Struktur, Fungsi dan Jenis Akar Tumbuhan

Akar adalah awal dari jaringan sistem vaskular tempat bergeraknya air dan mineral dari tanah sampai ke daun dan buah-buahan. Akar dapat membentuk kurang lebih dari seperempat sampai sepertiga dari total berat tanaman dalam keadaan kering . Panjang total jaringan akar dalam tanaman gandum tunggal dapat mencapai sekitar 380 kilometer! Untuk mendukung fungsi akar yang baik , akar harus memiliki kadar oksigen yang cukup di dalam tanah. Pada tanah yang padat atau situasi tanah tergenang air, akan mengurangi kadar oksigen tanah, hal ini akan membunuh akar dan menyebabkan sistem akar terganggu.
Faktor pendukung pada pertumbuhan akar adalah ukuran dan kekuatan dari tanaman dan cara beradaptasi akar terhadap kondisi tanah. Beberapa macam jaringan akan berkumpul membentuk suatu organ. Tumbuhan tersusun atas organ akar, batang dan daun yang disebut organ vegetatif dan bunga sebagai organ generatif. Masing-masing organ memiliki struktur dan fungsi yang berbeda.

Struktur Akar

Akar tersusun dari beberapa macam jaringan, antara lain jaringan epidermis, jaringan dasar (korteks, endodermis, dan stele) dan jaringan pengangkut (xilem dan floem). Pada perkecambahan biji, akar berasal dari calon akar yang terdapat pada embrio atau lembaga dari biji dan disebut akar primer. Pertumbuhan akar akibat aktivitas kambium akan membentuk akar sekunder. Struktur akar terdiri dari struktur luar dan struktur dalam

1. Struktur luar akar

Terdapat bulu akar, merupakan perluasan sel epidermis akar untuk memperluas penyerapan dan di ujung akar dilengkapi dengan tudung akar (kaliptra) untuk melindungi sel-sel meristem apikal.

2. Struktur dalam akar

Secara anatomi akar tersusun atas empat lapisan jaringan pokok, yaitu epidermis, korteks, endodermis dan stele. Pada sayatan memanjang dari ujung tampak tudung akar, daerah pembelahan sel, dan daerah pembentangan sel.

Struktur akar
Struktur akar
Struktur anatomi akar diamati dengan cara memotong akar secara melintang, urutan dari luar ke dalam terdiri dari jaringan-jaringan sebagai berikut.
  • Epidermis, dinding sel tipis sehingga mudah tembus air. Memiliki rambut akar sebagai aktifitas sel-sel di belakang titik tumbuh yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan.
  • Konterks, terdapat jaringan-jaringan antara lain parenkim, kolenkim, sklerenkim. Fingsimya sebagai tempat menyimpan makanan.
  • Endodermis, merupakan selapis sel yang menjadi pembatas antara konterks dan stele. Sel-sel endodermis memiliki penebalan lignin dan suberin sehingga tidak mudah ditembus oleh air. Penebalan tersebut membentuk sebuah pita dan pita tersebut dinamakan pita Kaspary. Sel endodermis yang dindingnya tidak menebal disebut penerus atau peresap. Fungsinya sebagai pengatur jalannya larutan yang diserapdari tanah masuk ke silinder pusat.
  • Stele (silinder pusat), merupakan bagian terdalam dari akar yang tersusun atas jaringan-jaringan sebagai berikut.

Lapisan stele dari akar

Lapisan stele akar terdiri dari perisekel, berkas pengangkut dan empulur.

  • Perisikel/perikambium, letaknya lapisan terluar dari silinder pusat atau stele. Pada akar dikotil, perisikel berfungsi untuk membentuk cabang akar dan kambium gabus.
  • Berkas pengangkut, terdapat disebelah dalam perisikel. Pada akar tumbuhan monokotil, letak xilem dan floem berselang-seling membentuk lingkaran. Sedangkan pada akar tumbuhan dikotil, letak xilem dan floem terdapat kambium. Kambium merupakan titik tumbuh sekunder dimana aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit, sedangkan ke arah dalam mambentuk unsur kayu.
  • Empulur, letaknya paling dalam atau diantara berkas pengangkut, terdiri dari jaringan parenkim. Pada akar tumbuhan dikotil tidak terdapat empulur atau empulurnya sempit. Fungsinya untuk menyimpan cadangan makanan.
Rambut akar
Rambut akar

Jaringan floem melakukan produksi fotosintesis dari daun ke seluruh tanaman termasuk sampai ke akar. Jaringan xilem mengangkut air dan mineral dari akar ke seluruh tubuh tanaman

Fungsi Akar

Fungsi akar pada tumbuhan adalah:

  1. Menyerap air dan mineral dari tanah ke seluruh tubuh tumbuhan
  2. Melekatkan dan menopang tumbuhan agar kokoh
  3. Menjadi tempat menyimpan cadangan makanan serta untuk pembiakan vegetatif.

Jenis-Jenis Akar

1. Akar Serabut.

Akar kuat bercabang yang menempati isi besar tanah dangkal di sekitar dasar tanaman. Contoh pada buncis, kacang polong)

Akar Serabut
Akar Serabut

2. Akar tunggang

Akar yang tumbuh dengan percabangan terbatas. Contoh wortel, bit, lobak

akar tunggang, perakaran adventif

3. Akar kombinasi

Dalam produksi pembibitan akar tunggang tanaman muda dipotong, pola akar pertumbuhan berserat. Hal ini memiliki dampak yang signifikan terhadap kemampuan tanaman untuk bertahan hidup secar transplantasi.

4. Akar adventif

Akar yang muncul di tempat yang tak terduga. Misalnya, akar penyangga pada jagung dan benjolan keputihan dengan ukuran pendek sepanjang akar adventif batang tomat.

5. Akar yang timbul ke udara dari jaringan batang di atas tanah

Pada tanaman merambat , akar timbul di udara untuk mendukung pohon anggur. Akar Lateral atau akar yang tumbuh kesamping

6. Akar pemberat

Akar pemberat membuat akar terhujam ke tanah yang lebih dalam, berikut retak tanah dimana oksigen tersedia.

7. Akar berbonggol

Pembesaran akar yang berfungsi sebagai organ penyimpanan. Contoh ubi jalar, dahlia.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *