12 Perbedaan Siklus Litik dan Lisogenik pada Virus

Virus dapat mengalami dua siklus dalam reproduksinya, yaitu siklus litik dan siklus lisogenik. Apa perbedaan antara siklus Litik dan Lisogenik pada Virus? Terdapat 12 perbedaan siklus Litik dan Lisogenik pada Virus yang antara lain sebagai berikut:

A. Pada siklus litik:

  1. Siklus replikasi virus dimana sel inang akan mengalami lisis (mati) pada akhir siklusnya.
  2. Memiliki 5 tahapan, yaitu: adsorbsi – injeksi – sintesis – perakitan – litik
  3. Pada daur litik tidak terdapat fase penggabungan dan pembelahan
  4. Bersifat Non virulen
  5. Waktu relatif singkat
  6. Daur litik tidak dapat berubah ke daur lisogenik karena sel inang nya rusak/ mengalami lisis dan mati
  7. Reproduksi terjadi secara bebas, tidak terikat pada kromosom inang
  8. Pada proses akhir, sel inang mengalami lisis dan mati
  9. DNA virus menghancurkan DNA sel, mengambil alih fungsi sel dan menghancurkan sel
  10. Virus bereplikasi dan menghasilkan keturunan bakteriofage
  11. Infeksi virus berlangsung menghasilkan virus ganas (virulent)
  12. Ada gejala infeksi virus

B. Pada siklus Lisogenik:

  1. Siklus replikasi virus dimana sel inang tidak mengalami kematian pada akhir siklus, karena mempunyai virulensi
  2. Memiliki 7 tahapan, yaitu: adsorbsi – injeksi – penggabungan – pembelahan – sintesis – perakitan – litik
  3. Pada daur lisogenik terdapat fase penggabungan dan pembelahan
  4. Bersifat Virulen
  5. Waktu relatif lama
  6. Daur lisogenik dapat berubah menjadi daur litik jika virulensi bakteri hilang
  7. Reproduksi terikat pada kromosom inang
  8. Pada proses akhir, bakteriofag masih dapat menjalankan aktivitas biasa seperti membelah
  9. DNA virus menyatu dengan DNA sel dan tidak merusak sel
  10. Virus ini tidak menghasilkan keturunan
  11. Replikasi berlangsung menghasilkan virus sedang
  12. Tidak ada gejala infeksi virus.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *