Klasifikasi Insecta

Sebuah sistem klasifikasi bertindak sebagai mekanisme penyimpanan yang efisien untuk informasi tentang setiap takson atau kelompok. Sebuah klasifikasi alami juga mencoba untuk menyajikan silsilah (sejarah, filogenetik) hubungan yang diketahui atau diduga ada di antara mereka. Seharusnya, klasifikasi tersebut terkait erat dengan dan bergantung pada pemahaman tentang evolusi kelompok. Dalam kasus serangga, ahli entomologi yang berbeda memiliki sudut pandang yang berbeda pada sejarah evolusi, dan cenderung untuk mengusulkan skema klasifikasi sangat berbeda. Serangga diklasifikasikan terutama berdasarkan struktur sayap, struktur mulut dan jenis metamorfosis. Berdasarkan tipe sayap, tipe mulut, dan metamorfosisnya, Insecta digolongkan menjad dua subkelas apterygota dan pterygota.

Belalang daun

Belalang daun

Apterygota

Tidak bersayap dan tidak mengalami metamorfosis. Contoh: Lepisma sacharina (kutu buku).

Pterygota

Mempunyai sayap dan mengalami metamorfosis. Pterygota terbagi menjadi dua kelompok yakni eksopterygita dan endopterygota.

Eksopterygota

Yaitu metamorfosis tidak sempurna, terdiri dari lima ordo sebagai berikut.

  1. Orthoptera, contoh : belalang daun, kecoak
  2. Isoptera, contoh: laron
  3. Hemiptera, contoh: walang sangit
  4. Homoptera, contoh: wereng
  5. Odonata, contoh: capung

Endopterygota

Yaitu metamorfosis sempurna terdiri dari enam ordo sebagai berikut.

  1. Coleoptera, contoh: kunang-kunang.
  2. Diptera, contoh: nyamuk, lalat
  3. Hymenoptera, contoh: lebah madu
  4. Siphonaptera, contoh : kutu kucing
  5. Lepidoptera, contoh : kupu-kupu, ulat sutra.
  6. Neuruoptera , contoh: undur-undur

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *