Dua Cara Pembuatan Gas Oksigen

Oksigen telah diproduksi oleh beberapa ahli kimia sebelum penemuannya pada tahun 1774, tetapi mereka gagal untuk mengakui itu sebagai unsur yang berbeda. Joseph Priestley dan Carl Wilhelm Scheele baik secara independen menemukan oksigen. Mereka berdua mampu menghasilkan oksigen dengan memanaskan oksida merkuri (HgO). Scheele menyebut gas yang dihasilkan dalam percobaan ‘api udara’. Nama oksigen diciptakan oleh Antoine Lavoisier yang salah mengira bahwa oksigen yang diperlukan untuk membentuk semua asam.

Pembuatan oksigen

Pembuatan oksigen

Kelimpahan oksigen di alam ± 20% dan dalam air ± 5%. Unsur oksigen mudah bereaksi dengan semua unsur, kecuali dengan gas mulia ringan. Gas oksigen tidak berwarna (oksigen padat/cair/lapisan tebal oksigen berwarna biru muda), tidak berbau, dan tidak berasa sehingga tidak terdeteksi oleh panca indra kita. Oksigen mengembun pada –183 °C dan membeku pada –218,4 °C. Oksigen merupakan oksidator yang dapat mengoksidasi logam maupun nonlogam. Oksigen dapat dibuat secara industri maupun dalam skala laboratorium

Secara Industri

Secara industri, dengan proses pemisahan kriogenik distilasi udara akan diperoleh oksigen dengan kemurnian 99,5%, sedangkan dengan proses adsorpsi vakum akan diperoleh oksigen dengan kemurnian 90 – 93%

Dalam skala laboratorium

Dalam skala laboratorium, oksigen dapat diperoleh dengan cara berikut.

1. Pemanasan campuran MnO2 dan H2SO4, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh C. W. Scheele (1771), Reaksi: MnO2 (s) + H2SO4 (aq) → MnSO4 (aq) + H2O (l) + O2 (g)

2. Pemanasan HgO, proses ini pertama kali diperkenalkan oleh Priesttley (1771)

Reaksi: 2 HgO (s) → 2 Hg (l) + O2 (g)

3. Pemanasan peroksida

Reaksi: 2 BaO2 (s) → 2 BaO (s) + O2 (g)

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *