Sifat Fisika dan Sifat Kimia Logam Alkali

Logam alkali adalah unsur kimia yang ditemukan dalam kelompok IA dari tabel periodik. Logam alkali meliputi: Lithium (Li), Sodium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb), Cesium (Cs), dan Fransium (Fr). Hidrogen, meskipun tercantum dalam Kelompok IA karena konfigurasi elektronnya, tidak termasuk dalam logam alkali karena jarang menunjukkan perilaku serupa. Kata “alkali” mendapat namanya dari kata Arab “al qali,” yang berarti “dari abu”. Unsur-unsur tertentu diberi nama “alkali” karena mereka bereaksi dengan air untuk membentuk ion hidroksida, menbuat larutan basa (pH > 7), yang juga disebut larutan alkali.

Warna nyala logam alkali

Warna nyala logam alkali

A. Sifat-sifat Fisika

Golongan alkali tanah mempunyai sifat yang tidak biasa, yaitu titik lelehnya yang relatif rendah, rapatannya yang relatif rendah, dan kelunakannya. Semua unsur logam alkali ini dapat dengan mudah diubah bentuknya dengan memencetnya di antara

jempol dan jari telunjuk (dengan melindungi kulit baik-baik). Unsur-unsur pada golongan ini mempunyai energi ionisasi dan keelektronegatifan rata-rata yang paling rendah. Hal ini dikarenakan ukuran atom dan jarak yang relatif besar antara elektron terluar dengan inti.

B. Sifat Kimia

Reaksi-reaksi logam alkali sebagai berikut.

1. Reaksi Logam Alkali dengan Halogen

Reaksi antara logam alkali dengan halogen berlangsung sangat cepat, membentuk halida logam.

Reaksi: 2 M(s) + X2 → 2 MX(s)

dengan: M = logam alkali (Li, Na, K, Rb, Cs), X = halogen (F, Cl, Br, I), Reaktifitas logam alkali semakin meningkat jika energi ionisasinya semakin berkurang,

2. Reaksi Logam Alkali dengan Hidrogen dan Nitrogen

Logam alkali bereaksi dengan gas hidrogen membentuk senyawa putih berbentuk kristal yang disebut hidrida, MH. Reaksi terjadi dengan lambat pada suhu kamar dan membutuhkan pemanasan untuk melelehkan logam alkali.

Reaksi: 2 M(s) + H2(g) → 2 MH(s)

Tidak semua logam alkali bereaksi dengan nitrogen, hanya litium yang membentuk litium nitrit (Li3N).

Reaksi: 6 Li(s) + N2(g) → 2 Li3N(s)

3. Reaksi Logam Alkali dengan Oksigen

Reaksi antara logam alkali dengan oksigen berlangsung sangat cepat. Produk yang dihasilkan berbeda, tergantung pada kondisi reaksi dan berapa banyak oksigen yang ada, seperti oksida (bilangan oksidasi O = –2), peroksida (bilangan oksidasi O = –1), dan superoksida (bilangan oksidasi O = –½)

Reaksi: 4 Li(s) + O2(g) → 2 Li2O(s) , dalam oksida O = –2

2 Na(s) + O2(g) → Na2O2(s) , dalam Peroksida, O = –1

K(s) + O2(g) → KO2(s) , dalam Superoksida, O = –½

4. Reaksi Logam Alkali dengan Air

Logam alkali bereaksi dengan air membentuk gas hidrogen dan hidroksida logam alkali, MOH.

Reaksi: 2 M (s) + 2 H2O (l) → 2 M+ (aq) + 2 OH (aq) + H2 (g) dengan M = Li, Na, K, Rb, Cs

Reaksi logam alkali dengan oksigen merupakan reaksi redoks, di mana logam (M) kehilangan elektron dan hidrogen dari air memperoleh elektron

5.  Reaksi Logam Alkali dengan Amonia

Logam alkali bereaksi dengan amonia membentuk gas H2 dan logam amida (MNH2). Reaksi ini sama dengan reaksi logam alkali dengan air

Reaksi: 2 M (s) + 2 NH3 (l) → 2 M+ (s) + 2 NH2(s) + H2 (g) dengan M = Li, Na, K, Rb, Cs

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *