Pengertian Larutan Penyangga

Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH. Larutan penyangga di sebut juga bufer atau dapar. Misal ke dalam air murni (pH = 7 ) di tambahkan sedikit basa, maka pH akan naik. Bila kita masukan 0,01 M NaOH ke dalam air, maka pH akan menjad 12. Demikian juga sebaliknya, bila kita masukan sedikit asam ke dalam air, pH akan turun. Jadi, air murni tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan pH.

Larutan penyangga

Mengapa larutan penyangga pH-nya relatif tidak berubah dengan penambahan sediki asam atau basa? Meskipun ke dalam larutan penyangga di tambahkan sedikit asam atau basa atau dilakukan proses pengenceran, maka pH larutan tidak berubah. Sebaiknya, penambahan asam atau basa dalam larutan bukan penyangga menyebabkan perubahan pH larutan yang drastis.

Contoh : ion asetat segera menangkap H+ dari asam dan ion OHˉ dari basa bereaksi dengan asam asetat.

CH₃COOˉ + H+ → CH₃COOH

CH₃COOH + OHˉ → CH₃COOˉ+ H₂O

Jika larutan penyangga di tambah asam atau basa yang sangat besar (larutan penyangga habis bereaksi) , maka pH larutan penyangga berubah drastis. pH larutan penyangga di hitung berdasarkan sifat larutan penyangga. Jenis-jenis larutan penyangga:

1. Larutan penyangga asam (larutan penyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya).

CH₃COOH ↔ CH₃COOˉ + Hᶧ

2. Larutan penyangga basa (larutan penyangga dari basa lemah dan konjugasinya).
NH₃ + H₂O ↔ NH₄⁺ + OHˉ

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *