Perbedaan antara Basa Kuat dan Basa Lemah

Basa merupakan senyawa yang terbentuk dari ion OH (ion hidroksida) dan kationnya. Berdasarkan kekuatan daya hantar listriknya, basa dikelompokkan menjadi basa kuat dan basa lemah. Berikut di bawah ini adalah penjelasan dari perbedaan kedua basa tersebut.

Amonia merupakan contoh basa lemah

Amonia merupakan contoh basa lemah

Perbedaan antara Basa Kuat dan Basa Lemah

1. Basa kuat
Basa kuat terurai atau terionisasi sempurna menjadi kation dan OH (ion hidroksida). Hidroksida dari logam golongan IA dan golongan IIA biasanya dianggap basa kuat. Contoh:
LiOH – litium hidroksida
NaOH – natrium hidroksida
KOH – kalium hidroksida
RbOH – rubidium hidroksida
CsOH – cesium hidroksida
Ca (OH)2 – kalsium hidroksida
Sr (OH)2 – strontium hidroksida
Ba (OH)2 – barium hidroksida
Basa kuat ini benar-benar dapat terurai dalam larutan 0,01 M atau kurang. Basa lain membuat larutan dari 1,0 M dan 100% dapat diuraikan pada konsentrasi itu.

2. Basa Lemah
Basa lemah tidak terurai atau teionisasi seluruhnya menjadi ion OH. Sebaliknya, basa lemah dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion OH. Kebanyakan basa lemah adalah anion dari asam lemah.Contoh basa lemah termasuk amonia, NH3, dan dietilamina, (CH3CH2) 2NH.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *