Apa latar belakang pembentukan AFTA

Latar belakang pembentukan AFTA adalah sebagai berikut.

a. Adanya perubahan eksternal, yaitu masa transisi terbentuknya new world order atau tatanan dunia baru.

b. Perubahan internal, yaitu adanya kemajuan ekonomi negara-negara anggota selama 10 tahun terakhir.

c. Hasil kerja sama ASEAN yang kurang menggembirakan.

d. Menggalang persatuan regional untuk meningkatkan posisi dan daya saing.

AFTA adalah singkatan dari kepanjangan ASEAN Free Trade Area. Organisasi AFTA didirikan pada tahun 1992 di Singapura pada saat berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV. AFTA adalah kesepakatan yang dibentuk oleh negara-negara ASEAN untuk menciptakan suatu zona perdagangan bebas. Tujuan AFTA adalah untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antar negara ASEAN guna mencapai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkesinambungan bagi semua negara anggota ASEAN, dimana hal tersebut sangat penting bagi pencapaian stabilitas dan kemakmuran di kawasan. Tujuan strategis dibentuknya AFTA adalah untuk meningkatkan keunggulan komparatif negara ASEAN sebagai satu kawasan / unit produksi tunggal (single production unit) dan pasar tunggal (single market).

Membuat kesepakatan dengan negara lain dalam suatu perdangan tentu memberi keuntungan tersendiri bagi para pelakunya. AFTA sendiri merupakan salah satu bentuk kerjasama dengan negara ASEAN yang memberi cukup banyak keuntungan. Keberadaan AFTA mampu memberikan manfaat AFTA bagi perekonomian Indonesia, membuka peluang untuk kegiatan ekspor Indonesia terutama dalam hal pertanian yang selama ini banyak dihasilkan. Di samping memberi manfaat yang banyak, keberadaan AFTA juga menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi negara kita. AFTA menuntut para pelaku produksi harus lebih kompetitf dalam menjual barang mereka. dalam hal ini tentu peningkatan kualitas harus dilakukan.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *