Sebutkan pengertian reaksi eksoterm beserta contohnya

Berdasarkan kalor/energi yang menyertai reaksi, reaksi kimia dibedakan menjadi reaksi eksoterm dan endoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan. Mengapa reaksi eksoterm ∆H = – (negatif).? Dalam reaksi eksoterm, energi pada sistem lebih kecil daripada energi pada lingkungan (H2 < H1 ) sehingga ∆H = H2 – H1 < 0 , atau ∆H = – (negatif).

Penulisan persamaan termokimianya ditunjukkan:

C (s) + O2 (g) → CO2 (g) ∆H = – 393,52 kJ

C (s) + O2 (g) → CO2 (g) + 393,52 kJ

Contoh reaksi eksoterm adalah sebagai berikut reaksi respirasi, reaksi nuklir, reaksi karbit dengan air, batu kapur direndam dalam air, pencampuran air anhidrat, reaksi netralisasi, pencampuran air basa lemah, reaksi pembentukan, reaksi pembentukan molekul dari atom pada fase gas, reaksi pembakaran dan reaksi alkana dengan asam.

Pembakaran adalah reaksi kimia antara unsur bahan bakar dengan oksigen. Oksigen didapat dari udara luar yang merupakan campuran dari beberapa senyawa kimia antara lain oksigen (O), nitrogen (N), argon (Ar), karbondioksida (CO2) dan beberapa gas lainnya. Dalam proses pembakaran maka tiap macam bahan bakar selalu membutuhkan sejumlah udara tertentu agar bahan bakar dapat dibakar secara sempurna. Bahan bakar bensin, untuk dapat terbakar sempurna membutuhkan udara kurang lebih 15 kali berat bahan bakarnya. Rumus kimia bahan bakar adalah CnHm. Dalam pembakaran dibutuhkan perbandingan udara bahan bakar dimana besarnya udara yang dibutuhkan dalam silinder untuk membakar bahan bakar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *