Pengertian larutan hipertonik

Larutan dalam kaitan dengan tekanannya dibedakan menjadi larutan hipertonik, isotonik dan hipotonik. Dalam artikel ini hanya akan membahas tentang pengertian larutan hipertonik.

Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.

Contoh Larutan hipertonik adalah:

a. Infus, dalam pemberian nutrisi bagi pasien melalui infus

b. Balsam/salep, balsam/salep mengeluarkan bisul pada tubuh dengan mekanisme osmosis dengan menerapkan gelli berupa balsam/salep yang hipertonik, sehingga memudahkan bisul segera kempes.

c.  Kombinasi Dekstran 70, yang merupakan koloid hiperonkotik, dengan NaCl 7,5% akan mempertahankan volume vaskuler.

d. Larutan saline digunakan untuk memberikan cairan intravena serta untuk perawatan lensa kontak.

e. Larutan sirup jagung dan glukosa juga hipertonik, karena mengandung lebih banyak gula daripada apa yang ada di sel kita.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *