Sebutkan 5 contoh larutan hipertonik

Larutan ada yang isotonik, hipertonik, dan hipotonik. Dapatkah kita menyebutkan 5 contoh larutan hipertonik? Jawabannya di bawah ini

Berikut adalah 5 contoh Larutan hipertonik yakni:

  1. Infus, dalam pemberian nutrisi bagi pasien melalui infus
  2. Balsam/salep, balsam/salep mengeluarkan bisul pada tubuh dengan mekanisme osmosis dengan menerapkan gelli berupa balsam/salep yang hipertonik, sehingga memudahkan bisul segera kempes.
  3. Larutan NaCl dengan kadar 7,5%. Kombinasi Dekstran 70, yang merupakan koloid hiperonkotik, dengan NaCl 7,5% akan mempertahankan volume vaskuler.
  4. Larutan saline digunakan untuk memberikan cairan intravena serta untuk perawatan lensa kontak.
  5. Larutan sirup jagung dan glukosa juga hipertonik, karena mengandung lebih banyak gula daripada apa yang ada di sel kita.

Larutan hipertonik adalah suatu larutan dengan konsentrasi zat terlarut lebih tinggi (tekanan osmotik yang lebih tinggi) dari pada yang lain sehingga air bergerak ke luar sel. Dalam lingkungan hipertonik, tekanan osmotik menyebabkan air mengalir keluar sel. Jika cukup air dipindahkan dengan cara ini, sitoplasma akan mempunyai konsentrasi air yang sedikit sehingga sel tidak berfungsi lagi.

Larutan adalah campuran homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas zat terlarut dan pelarut.Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

You may also like...

2 Responses

  1. Indah says:

    Ternyata belajar di googel itu lebih cepat tanggap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *