Mengapa air dan alkohol bisa bercampur

Alkohol dan air merupakan 2 senyawa yang berwujud cairan yang dapat bercampur/bersatu. Mengapa air dan alkohol bisa bercampur? Air dan alkohol bisa bercampur karena gaya adhesi antar air dan alkohol sama besar dengan gaya kohesinya, sehingga kedua zat tersebut akan bercampur merata.

Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampurkan. Ada 3 kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat, yakni jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Ketika air dimasukkan ke dalam gelas, terjadilah tarik menarik antara partikel-partikel air dengan partikel-partikel gelas, sehingga terjadi adhesi.

Berikut adalah tiga contoh lain dari kemungkinan dari gaya adhesi dan kohesinya. Ada 3 kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat yakni 1). Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Contohnya, minyak kelapa dicampur dengan air. 2). Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Contohnya, air dicampur dengan alkohol. 3). Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Contohnya, air yang menempel pada kaca.