Mengapa benzena dapat mengalami resonansi

Anda sudah kenal dengan rumus senyawa C6H6? Itulah senyawa benzena. Senyawa benzena dapat mengalami resonansi. Mengapa benzena dapat mengalami resonansi?

Benzena dapat mengalami resonansi karena adanya delokalisasi elektron dari ikatan rangkap ke ikatan tunggal. Delokalisasi elektron yang terjadi pada benzena pada struktur resonansi adalah sebagai berikut:

Benzena merupakan zat karsinogenik. Benzena dalam konsentrasi tinggi di udara dapat menyebabkan leukimia, leukimia myeloid akut, dan leukemia Lymphoblastic akut. Batas maksimal benzena dalam udara sebesar 1 ppm, sedangkan di dalam air maksimal 0,005 ppm. Sindrom minyak beracun pada tahun 1981 di Madrid disebabkan karena manusia menghirup benzena yang terkontaminasi minyak.

Benzena merupakan sikloheksena yaitu senyawa siklik yang memiliki ikatan rangkap dua aromatik dengan rumus struktur C6H6. Benzena dilambangkan dalam dua bentuk, yang pertama adalah struktur Kekulé dan yang lainnya adalah heksagon dengan lingkaran di dalamnya untuk menggambarkan adanya resonansi ikatan ʋ atau distribusi elektron yang tersebar merata didalam cincin benzena.

Benzena banyak digunakan sebagai pelarut nonpolar, misalnya dalam pembersih cat dan pembersih karburator. Benzena juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan senyawa turunan benzena, bahan pembuatan plastik, bahan peledak, tinta, zat pewarna, karet sintetik, nilon, dan deterjen.