Tuliskan 6 (enam) manfaat koperasi

Di bawah ini, adalah  6 (enam) manfaat koperasi, yang antara lain : 1. Meningkatkan kesejahteraan para anggotanya. 2. Menyediakan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para anggotanya. 3. Mempermudah para anggotanya untuk memperoleh modal usaha. 4. Melayani kegiatan simpan pinjam kepada anggotanya. 5. Mengembangkan usaha para anggota koperasi. 6. Menghindarkan anggota koperasi dari praktek rentenir atau lintah darat

Koperasi berasal dari dua suku kata bahasa inggris, yaitu ‘co’ dan ‘operation’. Co berarti bersama, dan operation berarti bekerja. Sehingga dapat diartikan co-operation (koperasi) adalah melakukan pekerjaan secara bersama (gotong-royong). Secara istilah, pengertian koperasi adalah badan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong.

Prinsip koperasi dalam UU No. 25 tahun 1992 mengenai Perkoperasian, sebagai berikut : Pengelolaan koperasi dijalankan secara demokrasi, Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan secara adil sesuai dengan jasa yang di jual anggotanya, Koperasi harus bersifat mandiri, dan Balas jasa yang diberikan bersifat terbatas terhadap modal.

Anggota koperasi adalah pemilik dan sekaligus sebagai pengguna-jasa koperasi . Maju mundurnya koperasi bera-sal dari anggota untuk anggota koperasi dapat berkembang baik bilamana anggota dan pengurus merasa berkepentingan terhadap kemajuan koperasi.

Sebutkan ciri-ciri negara berkembang

Yang termasuk ke dalam beberapa ciri-ciri negara berkembang adalah:
a. Pendapatan perkapita pada umumnya kecil
b. Permodalan yang ditanamkan masih relatif kecil
c. Tenaga ahli belum banyak tersedia
d. Angka kematian bayi masih tinggi
e. Pertumbuhan penduduk per tahun tinggi
f. Angka harapan hidup rendah
g. Sebagian besar penduduk bertempat tinggal di desa
h. Tingkat pendidikan penduduknya masih rendah
i. Perekonomian sebagian besar didorong dari sektor pertanian

Apa pengertian kerja sama ekonomi bilateral

Kerja sama ekonomi bilateral adalah kerja sama ekonomi yang mengikat antara dua negara dengan suatu perjanjian bahwa masing-masing pihak akan melaksanakan atau memenuhi kewajiban di bidang ekonomi secara timbal balik. Kerja sama antara dua negara tersebut biasanya mengatur mengenai komoditas atau barang-barang yang diperdagangkan, sistem pembayaran yang dipergunakan, volume dan nilai perdagangan yang disepakati, serta produk ekspor dan impor barang. Contoh: kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia dan Cina, dan sebagainya.

Selain kerja sama bilateral dikenal juga kerjasama produsen, keuangan dan perdagangan. Kerja sama produsen (negara produsen). Kerja sama ini dilakukan oleh negara-negara produsen, secara bersama-sama mengeluarkan kebijakan, misalnya menentukan jumlah produk yang harus dihasilkan dan menentukan harga pasar. Contoh bentuk kerja sama negara produsen, yaitu OPEC, APEC, dan IBA.

Kerja sama keuangan. Kerja sama ini bertujuan untuk saling membantu dalam bidang keuangan, baik untuk pembiayaan pembangunan maupun  pembiayaan ekspor impor. Contoh lembaga kerja sama ini adalah IMF dan IBRD.

Kerja sama perdagangan dan tarif. Kerja sama ini mengatur tarif dan ketentuan dalam perdagangan. Contoh bentuk kerja sama ini adalah GATT, ITO, dan APEC.

Sebutkan 3 tujuan regionalisasi perdagangan

3 tujuan regionalisasi perdagangan sebagai berikut:

a. Meningkatkan skala usaha di tingkat regional wilayah blok.

b. Menghilangkan berbagai hambatan perdagangan sesama anggota di bidang tarif dan nontarif, kebebasan lalu lintas barang, jasa, modal, dan tenaga kerja.

c. Meningkatkan persaingan di dalam wilayah blok untuk memperkuat persaingan di luar blok.

Konsep integrasi ekonomi dalam globalisasi memunculkan fenomena baru  bernama regionalisasi, yaitu integrasi ekonomi antar negara-negara yang berada dalam satu wilayah region dimana bagi setiap negara yang berada dalam satu region, batas negara bukanlah hambatan yang berarti dalam menanggapi permintaan pasar. Salah satu bentuk integrasi ekonomi regional atau regionalisasi ekonomi adalah AFTA (ASEAN Free Trade Area).

ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.

AFTA dibentuk pada waktu Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.

Tujuan AFTA adalah untuk meningkatkan kerjasama ekonomi antar negara ASEAN guna mencapai pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang berkesinambungan bagi semua negara anggota ASEAN, dimana hal tersebut sangat penting bagi pencapaian stabilitas dan kemakmuran di kawasan. Tujuan strategis dibentuknya AFTA adalah untuk meningkatkan keunggulan komparatif negara ASEAN sebagai satu kawasan / unit produksi tunggal (single production unit) dan pasar tunggal (single market).

Apa pengertian kerja sama ekonomi internasional

Pengertian kerja sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Dengan kerja sama ekonomi internasional dapat tercukupi kekurangan sumber daya alam. Sumber daya alam yang dimiliki setiap negara berbeda-beda, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Ketersediaan sumber daya alam merupakan faktor penting yang mendorong timbulnya kerja sama ekonomi internasional. Pemenuhan kebutuhan tersebut menimbulkan hubungan kerja sama antara negara.

Negara yang memiliki banyak sumber daya alam akan berperan sebagai produsen, sedangkan negara yang kekurangan sumber daya alam akan berperan sebagai konsumen. Dengan demikian, negara-negara yang sedikit menghasilkan bahan baku akan melakukan kerja sama dengan negara yang kaya akan bahan baku industri, dengan tujuan agar kebutuhan bahan baku dapat terpenuhi. Manfaat dari kerja sama ini adalah:

  1. Memperkuat dan meningkatkan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi di antara para anggota.
  2. Meliberalisasi secara progresif dan meningkatkan perdagangan barang dan jasa, serta menciptakan suatu sistem perdagangan yang transparan dan mempermudah investasi.
  3. Menggali bidang-bidang kerja sama yang baru dan mengembangkan kebijakan yang tepat dalam rangka kerja sama ekonomi di antara para anggota.
  4. Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih efektif dari para anggota dan menjembatani kesenjangan pembangunan ekonomi di antara para anggota.