Sebutkan contoh gelombang elektromagnetik

Getaran yang merambat merupakan sebuah gelombang. Berdasarkan pada medium perambatannya dikenal dua istilah gelombang yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Sebutkan penegrtian dan contoh gelombang mekanik? Contoh gelombang mekanik adalah gelombang tali, gelombang permukaan air, dan gelombang bunyi.  Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambatnya.

Sedangkan gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium, contohnya gelombang cahaya. Pembagian gelombang selain berdasarkan pada medium perambatannya, ada juga jenis gelombang berdasarkan arah getar dan rambatnya. Berdasarkan arah getar dan rambatnya, terdapat dua jenis gelombang yaitu gelombang longitudinal dan gelombang transversal.

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya, contohnya gelombang bunyi. Sedangkan gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatnya. Contohnya gelombang tali dan gelombang cahaya.

Manfaat dan penerapan gelombang bunyi dalam teknologi. Dalam perkembangan dunia pengetahuan sekarang ini, gelombang Bunyi dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan penelitian. Di bidang kelautan misalnya untuk mengukur kedalaman laut, di bidang industri misalnya untuk mengetahui cacat yang terjadi pada benda-benda hasil produksinya, di bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian, dan di bidang kedokteran dapat digunakan untuk terapi adanya penyakit dalam organ tubuh.

Sebutkan penegrtian dan contoh gelombang mekanik

Getaran yang merambat merupakan sebuah gelombang. Berdasarkan pada medium perambatannya dikenal dua istilah gelombang yakni gelombang mekanik dan gelombang elektromagnetik. Sebutkan penegrtian dan contoh gelombang mekanik?

Contoh gelombang mekanik adalah gelombang tali, gelombang permukaan air, dan gelombang bunyi.  Gelombang mekanik adalah gelombang yang memerlukan medium untuk merambatnya.

Sedangkan gelombang elektromagnetik adalah gelombang yang merambat tanpa memerlukan medium, contohnya gelombang cahaya.

Pembagian gelombang selain berdasarkan pada medium perambatannya, ada juga jenis gelombang berdasarkan arah getar dan rambatnya. Berdasarkan arah getar dan rambatnya, terdapat dua jenis gelombang yaitu gelombang longitudinal dan gelombang transversal.

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya, contohnya gelombang bunyi. Sedangkan gelombang transversal adalah gelombang yang arah getarannya tegak lurus dengan arah rambatnya. Contohnya gelombang tali dan gelombang cahaya.

Manfaat dan penerapan gelombang bunyi dalam teknologi. Dalam perkembangan dunia pengetahuan sekarang ini, gelombang Bunyi dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan penelitian. Di bidang kelautan misalnya untuk mengukur kedalaman laut, di bidang industri misalnya untuk mengetahui cacat yang terjadi pada benda-benda hasil produksinya, di bidang pertanian untuk meningkatkan kualitas hasil pertanian, dan di bidang kedokteran dapat digunakan untuk terapi adanya penyakit dalam organ tubuh.

Bunyi hukum Newton (I, II, dan III) beserta contohnya

Dalam hukum Newton terdapat hukum I Newton, hukum II Newton, dan hukum III Newton. Berikut adalah Bunyi hukum Newton (I, II, dan III) beserta contohnya.

Hukum I Newton: Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, benda akan diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap.

Hukum II Newton: Percepatan yang dialami benda berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis dituliskan sebagai berikut:  a = ∑F : m, dengan a = percepatan benda (m/s2), ∑F = resultan gaya (N), dan m = massa benda (kg).

Hukum III Newton: Jika suatu benda melakukan gaya aksi pada benda lain, benda lain tersebut akan memberikan gaya reaksi yang besarnya sama tetapi berlawanan arah.

Contoh hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu penumpang mobil akan terdorong ke depan jika mobil yang ditumpanginya berhenti secara mendadak.

Contoh hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu mobil yang mula-mula bergerak kemudian direm sehingga berhenti.

Contoh hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada saat orang berenang, kaki dan tangan mendorong air dan pada saat yang bersamaan, air mendorong orang yang bergerak ke depan.

Contoh hukum I, II, III Newton dalam kehidupan sehari-hari

Hukum Newton yang kita kenal ada tiga yaitu hukum I Newton, hukum II Newton, dan hukum III Newton. Di bawah ini merupaka contoh ketiga hukum Newton tersebut. Contoh hukum I, II, III Newton dalam kehidupan sehari-hari sebagai berikut:

Contoh hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu penumpang mobil akan terdorong ke depan jika mobil yang ditumpanginya berhenti secara mendadak.

Contoh hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu mobil yang mula-mula bergerak kemudian direm sehingga berhenti.

Contoh hukum III Newton dalam kehidupan sehari-hari yaitu pada saat orang berenang, kaki dan tangan mendorong air dan pada saat yang bersamaan, air mendorong orang yang bergerak ke depan.

Hukum I Newton: Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, benda akan diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap.

Hukum II Newton: Percepatan yang dialami benda berbanding lurus dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massa benda. Secara matematis dituliskan sebagai berikut:  a = ∑F : m, dengan a = percepatan benda (m/s2), ∑F = resultan gaya (N), dan m = massa benda (kg).

Hukum III Newton: Jika suatu benda melakukan gaya aksi pada benda lain, benda lain tersebut akan memberikan gaya reaksi yang besarnya sama tetapi berlawanan arah.

Mengapa air dapat menempel pada kaca

Ketika hujan turun dan terciprat pada kaca rumah maka kita lihat air dapat menempel pada kaca. Mengapa air dapat menempel pada kaca?

air dapat menempel pada kaca karena gaya adhesi antar partikel  air dan kaca lebih besar daripada gaya kohesinya, sehingga kedua zat akan saling menempel. Ketika air dimasukkan ke dalam gelas, terjadilah tarik menarik antara partikel-partikel air dengan partikel-partikel gelas, sehingga terjadi adhesi.

Adhesi adalah gaya tarik menarik antara partikel partikel yang tidak sejenis. Gaya adhesi akan mengakibatkan dua zat akan saling melekat bila dicampurkan. Ada 3 kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat, yakni jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Ketika air dimasukkan ke dalam gelas, terjadilah tarik menarik antara partikel-partikel air dengan partikel-partikel gelas, sehingga terjadi adhesi.

Ada 3 kondisi yg mungkin terjadi jika kita mencampurkan 2 macam zat yakni 1). Jika gaya kohesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya adhesinya, kedua zat tidak akan bercampur. Contohnya, minyak kelapa dicampur dengan air. 2). Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda sama besar dengan gaya kohesinya, kedua zat akan bercampur merata. Contohnya, air dicampur dengan alkohol. 3). Jika gaya adhesi antar partikel zat yang berbeda lebih besar daripada gaya kohesinya, kedua zat akan saling menempel. Contohnya, air yang menempel pada kaca.