Jelaskan isi tri komando rakyat (Trikora)

Untuk membebaskan Irian Barat dari kekuasaan Belanda, Presiden Soekarno mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora). Isi Trikora adalah sebagai berikut:

a. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda

b. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia, dan

c. Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air Indonesia.

Sebagai tindakan nyata dari Trikora adalah dibentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat dengan Panglima Komandonya Mayjen Soeharto yang berpusat di Makasar.

Sebutkan isi piagam Jakarta

Ada berapa poin isi piagam jakarta? Dan apa itu piagam jakarta? Untuk mengetahui jawaban dari kedua soal tersebut, dalam artikel ini akan dikupas secara singkat dan tepat.

Adapun isi piagam Jakarta adalah sebagai berikut:

a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat islam

b. Kemanusiaan yang adil dan beradab

c. Persatuan Indonesia

d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

e. Keadilan bagi seluruh rakyat indonesia

Piagam Jakarta (Jakarta Charter) adalah teks tertulis yang isinya memuat rumusan dari hukum dasar Negara Republik Indonesia. Nama Piagam Jakarta diberikan oleh salah satu tokoh nasional 1945, yakni Muhammad Yamin. Piagam ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22 Juni 1945 di rumah Bung Karno dan disetujui Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada tanggal 10 – 16 Juli 1945, setelah melalui proses yang sangat alot melibatkan dua kelompok bangsa yang berpengaruh saat itu yaitu kelompok islam dan kelompok nasionalis (kebangsaan).

Kesembilan tokoh tersebut adalah Ir. Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim, Mr. Ahmad Subardjo, Wachid Hasjim, dan Mr. Muhammad Yamin. BPUPKI dibentuk 29 April 1945 sebagai realisasi janji Jepang untuk memberi kemerdekaan pada Indonesia. Anggotanya dilantik 28 Mei 1945 dan persidangan pertama dilakukan keesokan harinya sampai dengan 1 Juni 1945

Apa latar belakang terjadinya pemberontakan APRA

Apa itu APRA? Dan apa latar belakang terjadinya pemberontakan APRA? Siapa pemimpin APRA? Dimana peristiwa APRA terjadi? Berikut penjelesannya secara singkat di bawah ini, semoga bermanfaat!!!! APRA singkatan dari  Angkatan Perang Ratu Adil.

Latar belakang terjadinya pemberontakan APRA adalah Pemberontakan APRA diawali dari pembentukan APRIS yang menimbulkan ketegangan antara TNI dan bekas tentara KNIL ditambah dengan pertentangan politik antara kelompok yang ingin mempertahankan bentuk negara bagian  dan kelompok yang menginginkan negara kesatuan.

Bekas anggota KNIL yang tetap menginginkan sebagai tentara bagi Negara Pasundan itu membentuk Angkatan Perang Ratu Adil. Mereka bahkan memberi ultimatum kepada pemerintah RIS agar tetap diakui sebagai Tentara Pasukan dan menolak segala upaya pembubaran terhadap negara bagian tersebut. Tentu, ultimatum ini ditolak pemerintah. Akhirnya, 800 orang bekas KNIL bersenjata lengkap menyerang dan menduduki Kota Bandung pada tanggal 23 Januari 1950.

Sekelompok bekas KNIL di Pusat Latihan Militer Batujajar Kabupaten Bandung di bawah pimpinan Kapten Raymond “Turk” Westerling yang menamakan dirinya pasukan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) menyerbu dan mengadakan teror di Kota Bandung pada bulan Januari 1950. Gerombolan itu melakukan tembakan membabi buta, merampas barang rakyat dan menyiksanya. Salah satu landasan bagi gerakannya adalah kepercayaan rakyat akan datangnya Ratu Adil

Tujuan APRA adalah mempertahankan bentuk Negara Federal Pasundan di Indonesia dan mempertahankan adanya tentara sendiri pada setiap negara bagian Republik Indonesia Serikat. APRA mengajukan ultimatum menuntut supaya APRA diakui sebagai Tentara Pasundan dan menolak dibubarkannya Pasundan/negara Federal tersebut. Ultimatum ini tidak ditanggapi oleh pemerintah, maka pada tanggal 23 Januari 1950 di Bandung APRA melancarkan teror, APRA berhasil ditumpas.

Jelaskan kebijakan pemerintah di bidang militer sampai tahun 1950

Pada era tahun 1945 – 1950 merupakan kurun waktu terjadinya revolusi nasional. Dalam artikel ini akan diuraikan hanya tentang kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia di bidang militer sampai tahun 1950.

Berikut kebijakan pemerintah di bidang militer sampai tahun 1950 yang antara lain:

  1. Rencana pembelaan negara dari BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang mengandung unsur politik perang tidak dapat diterima.
  2. Tentara Peta di Jawa dan Bali, serta Laskar Rakyat di Sumatra dibubarkan karena dianggap sebagai organisasi buatan Jepang yang kedudukannya di dunia internasional tidak memiliki ketentuan.

Apa itu revolusi? Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok kehidupan masyarakat. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dijalankan tanpa kekerasan atau melalui kekerasan.

Militer memiliki peran yang sangat penting bagi Negara yang baru memproklamirkan diri sebagai Negara merdeka. Cikal bakal pembentukan militer di Indonesia merupakan inisiatif dari para pemuda untuk membentuk “Tentara Keamanan Indonesia”, tetapi ternyata usulan trsebut ditolak oleh pemerintah. pada awal kemerdekaan.  Pada tanggal 22 Agustus 1945 dibentuklah BKR (Badan Keamanan Rakyat). Para pemuda kurang setuju dengan BKR, mereka menginginkan suatu badan yang benar-benar bisa melindungi keutuhan Negara, maka presiden Soekarno memanggil Mayor KNIL Urip Sumohardjo dan menugaskannya untuk membentuk Tentara Nasional.

Selain membuat kebijakan di bidang militer, pemerintah indonesia pun menempuh langkah dan kebijakan mengatasi perekonomian yaitu Konferensi Ekonomi 1 (Februari 1946). Konferensi yang bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam menaggulangi masalah-masalah ekonomi ini menghasilakan: a). Konsepsi untuk menghapuskan sistem autokrasi lokal warisan jepang dan menggantikanya dengan sistem senteralisasi. B). Bahan makanan akan ditangani oleh pemerintahan secara senteral oleh organisasi pengawas makanan rakyat yang berubah namanya menjadi badan persediaan dan pembagian makanan (BPPM) c). Semua perkebunan akan diawasi oleh pemerintah untuk meningkatkan produksinya.

Jelaskan pendapat masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia menurut Teori Arus Balik

Pendapat masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia menurut Teori Arus Balik adalah yang telah berperan dalam menyebarkan Hindu di Indonesia adalah orang Indonesia sendiri. Mereka adalah orang yang pernah berkunjung ke India untuk mempelajari agama Hindu dan Buddha. Di pengembaraan mereka mendirikan sebuah organisasi yang sering disebut sanggha. Setelah kembali di Indonesia, akhirnya mereka menyebarkan kembali ajaran yang telah mereka dapatkan di India. Pendapat ini dikemukakan oleh F.D.K. Bosch.