Sebutkan 7 sifat basa?

Sebutkan 7 sifat basa? Senyawa yang bersifat basa apabila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH). Basa ini mempunyai sifat yang khas.

7 sifat basa antara lain
1. Mempunyai rasa pahit
2. Terasa licin jika terkena air, misalnya sabun
3. Dapat menghantarkan arus listrik (konduktor)
4. Jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion hidroksida (OH)
5. Bersifat kaustik artinya dapat merusak kulit
6. Dapat merubah warna indikator kertas lakmus merah menjadi biru
7. Memiliki pH lebih dari 7. Semakin besar nilah pH suatu zat maka semakin kuat derajat kebasaanya.

Kelebihan dan kekurangan teori asam basa Bronsted Lowry

Teori asam basa ada 3 yakni arrhenius, Bronsted Lowry dan Lewis. Pada kesempatan ini hanya akan membahas kelebihan dan kekurangan teori asam basa Bronsted Lowry.

Kelebihan teori asam basa Bronsted Lowry adalah teori mengenai asam basa yang dikemukakan oleh Bronsted Lowry lebih luas dibandingkan dengan teori Arrhenius karena mencakup reaksi dalam berbagai jenis pelarut, tidak hanya pada pelarut air

Kelemahan teori asam basa Bronsted Lowry adalah banyak reaksi yang terjadi tidak dapat dijelaskan oleh Bronsted Lowry, misalnya dalam suatu reaksi yang tidak melibatkan proton.

Apa peranan asam? Asam dalam kehidupan sehari-hari adalah Asam dalam Makanan yang rasanya asem sudah pasti jenis asam, seperti nanas, belimbing, mangga, jeruk, anggur, kedondong. Di dalam buah-buahan banyak mengandung asam sitrat dan asam askorbat, yang kita biasanya sebut itu Vitamin C. Asam sitrat juga ada di Pocari Sweat (pH 4).

Apa peranan basa? Sama halnya dengan zat asam, zat basa juga dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sifat licin dan rasanya yang pahit merupakan cara mudah untuk mengenali zat basa. Beberapa contoh zat basa yang sering digunakan adalah: Natrium hidroksida / soda api / soda ash dan kalium hidroksida, sebagai bahan baku pembersih dalam rumah tangga, misalnya sabun mandi, sabun cuci, detergen, pemutih dan pembersih lantai. Magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida, terkandung dalam obat nyeri lambung (antasid). Amoniak, untuk pelarut desinfektan (pencegah terjadinya infeksi) dan bahan baku pupuk urea

Pengertian Asam Basa menurut Arrhenius

Reaksi asam-basa adalah reaksi kimia yang terjadi antara asam dan basa. Beberapa konsep yang ada yang memberikan pengertian alternatif untuk mekanisme reaksi yang terlibat dan aplikasi mereka dalam memecahkan masalah terkait. Meskipun beberapa perbedaan dalam pengertian, pentingnya mereka sebagai metode yang berbeda dari analisis menjadi jelas ketika mereka diterapkan untuk reaksi asam-basa untuk spesies gas atau cair, atau ketika asam atau basa karakter mungkin agak kurang jelas.

Pengertian asam basa menurut Arrhenius

Pengertian reaksi asam-basa  Arrhenius, yang dirancang oleh Svante Arrhenius, merupakan pengembangan dari teori hidrogen dari asam. Itu digunakan untuk memberikan pengertian modern asam dan basa, dan diikuti dari pekerjaan Arrhenius dengan Friedrich Wilhelm Ostwald dalam membangun keberadaan ion dalam larutan air pada tahun 1884. Hal ini menyebabkan Arrhenius menerima Hadiah Nobel Kimia pada tahun 1903.

Seperti yang dipengertiankan oleh Arrhenius:

Asam Arrhenius adalah zat yang akan terdisosiasi di dalam air untuk membentuk ion hidrogen (H +). Dengan kata lain, asam meningkatkan konsentrasi ion H + dalam larutan air. Ini protonasi air menghasilkan ion hidronium (H3O +); di zaman modern, H + digunakan sebagai singkatan untuk H3O + karena sekarang diketahui bahwa ion proton (H +) tidak ada sebagai spesies bebas dalam larutan air.

Basis Arrhenius adalah zat yang akan terdisosiasi di dalam air untuk membentuk hidroksida (OH) ion. Dengan kata lain, dasar meningkatkan konsentrasi OH- ion dalam larutan air.

Keterbatasan pengertian asam basa Arrhenius

Pengertian keasaman dan kebasaan Arrhenius dibatasi untuk larutan air dan mengacu pada konsentrasi ion terlarut. Berdasarkan pengertian ini, H2SO4 murni atau HCl dilarutkan dalam toluena tidak asam, meskipun fakta bahwa kedua asam ini akan menyumbangkan proton ke toluena. Selain itu, di bawah pengertian Arrhenius, larutan natrium amida (NaNH2) dalam amonia cair tidak basa, meskipun fakta bahwa ion amida (NH2) mudah akan deprotonasi amonia. Dengan demikian, pengertian Arrhenius hanya bisa menggambarkan asam dan basa dalam lingkungan berair.

Reaksi Arrhenius Asam-Basa

Reaksi asam-basa Arrhenius dipengertiankan sebagai reaksi proton dan ion hidroksida untuk membentuk air:

H ++ OH → H2O

Dengan demikian, reaksi asam basa Arrhenius hanyalah sebuah reaksi netralisasi.

Pengertian Asam-Basa Bronsted Lowry

Pengertian asam-basa Bronsted Lowry adalah sebagai berikut:

Asam adalah zat yang dapat memberikan proton (donor proton).

Basa adalah zat yang dapat menerima proton (akseptor proton) .

Contoh pada reaksi:

HCl + H2O ↔ H3O + + Cl

HCl  adalah asam, karena memberikan proton kepada H2O  dan basa konjugasinya adalah  Cl.
H2O adalah basa, karena mendapat proton dari HCl  dan asam konjugasinya adalah H3O +