Apa yang dimaksud dengan seramida

Apa yang dimaksud dengan seramida? Seramida adalah derivat sfingosin yang mengandung gugus asil dari asam lemak. Gugus ini terikat pada gugus amino dalam bentuk amida. Senyawa-senyawa yang termasuk dalam kelompok ini  dibedakan satu dari yang lainnya pada asam lemak yang terdapat pada molekulnya. Seramida terdapat dalam jumlah kecil pada jaringan tumbuhan maupun hewan.

Sfingolipid merupakan senyawa yang dipandang sebagai derivat sfingosin atau yang mempunyai struktur mirip sfingosin. Yang termasuk golongan sfingolipid yang penting adalah seremida, sfingomielin, dan glikolipid. Gugus asil merupakan sebuah gugus fungsional yang didapat dari sebuah asam dengan membuang gugus hidroksil.

Asam lemak adalah asam organik yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak, baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Asam lemak adalah asam karboksilat yang mempunyai rantai C panjang. Jika R adalah rantai C jenuh (rantai C yang tidak mengandung ikatan rangkap), maka asam lemak tersebut disebut asam lemak jenuh.

Amida ialah suatu senyawa yang mempunyai nitrogen trivalen yang terikat pada suatu gugus karbonil. Dalam senyawa amida, gugus fungsi asil berkaitan dengan gugus –NH2. Dalam pemberian namanya, akhiran –Oat atau –At dalam nama asam induknya diganti dengan kata amida. Didalam gugus fungsi amida, atom nitrogen terikat pada gugus karbonil.

Sebutkan kegunaan ester dalam kehidupan manusia

Apakah ester bermanfaat bagi kita? Ester mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Berikut adalah kegunaan ester dalam kehidupan manusia:

Beberapa ester dari asam alkanoat suhu rendah umumnya memberikan aroma sedap (harum). Oleh karena itu, ester umumnya digunakan sebagai zat tambahan pada makanan atau minuman yang akan memberikan aroma tertentu.

Ester-ester tersebut umumnya akan memberikan aroma buah, misalnya etil butirat memberikan aroma nanas, oktil asetat memberikan aroma jeruk, amil asetat memberikan aroma pisang, dan amil valerat memberikan aroma apel.

ster adalah senyawa yang dapat dianggap turunan dari asam karboksilat dengan mengganti ion hidrogen pada gugus hidroksil oleh radikal hidrokarbon. Beberapa contoh ester (R–COOR’) ditunjukkan berikut ini.

Sifat Fisik Ester. Titik didih ester hampir sama dengan titik didih aldehid/keton yang berat molekulnya sebanding. Ester dapat larut dalam pelarut organik. Ester dengan 3-5 atom karbon dapat larut dalam air. Ester yang mudah menguap memiliki bau sedap.

Ester dibuat dengan mereaksikan alkohol atau fenol dengan asam karboksilat kemudian direfluks. Fenol yaitu senyawa organik dimana gugus -OH langsung terikat pada cincin benzena. Reaksi pembuatan ester disebut esterifikasi dan reaksi yang terjadi disebut reaksi esterifikasi Fischer. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi reversibel yang sangat lambat, tetapi bila menggunakan katalis asam mineral seperti asam sulfat (H2SO4) dan asam klorida (HCl) kesetimbangan akan tercapai dalam waktu yang cepat

30 contoh senyawa biner nonlogam beserta namanya

Pada artikel ini akan disajikan sebanyak 30 contoh senyawa biner nonlogam beserta namanya. Semoga dapat bermanfaat.

N2O4 = dinitrogen tetra oksida

NH3 = nitrogen trihidrida (amonia)

SO2 = belerang dioksida/sulfur dioksida

HF = hidrogen flourida (asam flourida)

HCl = hidrogen klorida (asam klorida)

HBr = hidrogen bromida (asam bromida)

HI = hidrogen iodida (asam iodida)

N2O = dinitrogen oksida

N2O3 dinitrogen trioksida

SiO2 = silikon dioksida

PCl3 = fosfor triklorida

PCl5 = fosfor pentaklorida

BF3 = boron triflourida

CO = karbon monoksida

CO2 = karbon dioksida

CCl4 = karbon tetraklorida

SO3 = sulfur trioksida/ belerang trioksida

SO2 = sulfur dioksida/ belerang dioksida

H2O = dihidrogen oksida (air)

Cl2O = dikloro oksida

NF3 = nitrogen triflourida

CF4 = karbon tetraflourida

SF2 = sulfur diflourida/belerang diflourida

BCl3 = boron triklorida

NO = nitrogen oksida

SF6 = sulfur heksaflourida/belerang heksaflourida

P2O5 = fosfor pentaoksida

CS2 = karbon disulfida

SiCl4 = silikon tetraklorida

Cl2O = dikloro oksida

Senyawa biner terbentuk dari dua unsur yang berbeda. Jadi senyawa biner nonlogam berarti ke-2 unsur pembentuknya merupakan unsur-unsur nonlogam. Dalam sistem periodik unsur (SPU), unsur nonlogam berada di sebelah kanan (IVA, VA, VIA, dan VIIA).

Pengertian dan Contoh Bahan Iritasi

Bahan iritasi dalam label botonya diberi lambang : Xi.

Bahan iritasi adalah bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.

Lambang gambar bahan iritasi
Lambang gambar bahan iritasi

 

 

 

 

 

 

Contoh bahan iritasi adalah:

a. NaOH,

b. C6H5OH,

c. Cl2

Tindakan yang harus dilakukan oleh manusia adalah dengan menghindari kontak langsung dengan kulit.

 

Pengertian dan contoh bahan Korosif

Bahan kimia ada yang berbahaya dan beracun, contohnya bahan korosif? Apa pengertian bahan korosif? Sebutkan contoh bahan korosif?

Bahan korosif adalah bahan yang dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas. Bahan korosif diberi lambang : C yang merupakan singkatan kata dari Corrosive.

Lambang bahan korosifContoh bahan korosif adalah asam sulfat, asam asetat, asam klorida, asam nitrat, fenol, natrium hidroksida, asam sitrat, kalium hidroksida, amonium hidroksida, dan klor. Supaya tidak berbahaya, maka tindakan kita adalah menghindari kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat logam.

Bersentuhannya kulit dengan bahan-bahan korosif umumnya disadari sehingga kurang begitu berbahaya bila dibandingkan dengan racun yang terisap. Banyak bahan yang tidak korosif tetapi menimbulkan iritasi pada kulit dan dapat menyebabkan peradangan. Bahan tersebut misalnya senyawa alkali sabun dan bahan­-bahan higroskopik.

Contoh iritasi kulit karena penggunaan senyawa fenol. Reaksi kulit terhadap pemakaian sabun dan detergen dapat terjadi berdasarkan iritasi kulit akibat pemakaian yang berlebihan. Terjadinya iritasi kulit oleh pemakaian sabun kemungkinan disebabkan oleh sifat alkalis sabun disertai dengan daya menghapus minyak dari kulit dan sifat iritasi dari asam lemak. Pernah dilaporkan terjadinya depigmentasi kulit oleh pemakaian sabun yang mengandung fenol. Sabun sebagai iritan utama dapat merupakan faktor yang memperlambat penyembuhan dari eksema pada tangan.

Beberapa zat kimia mempunyai sifat dapat menarik air (hogroskopis) jika terlalu lama kontak dengan udara. Contoh : zatkimia yang bersifat higroskopis di antaranya MgCl2.6H2O, H2SO4, CaCl2.2H2O, CaCl2.6H2O, KSCN