Sebutkan 3 contoh bahan peledak (zat eksplosive)

Kita sudah mengenal jenis bahan atau zat kimia berbaya seperti bahan peledak (eksplosive). Sebutkan 3 contoh bahan peledak (zat eksplosive)?

3 contoh bahan peledak (zat eksplosive) adalah KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT). Bahan kimia berbahaya harus ditangani secara tepat, salah satunya bahan explosive. Tindakan pada bahan explosive adalah dengan menghindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.

Bahan explosive merupakan bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan. Bahan-bahan kimia ada yang tidak berbahaya dan tidak sedikit yang berbahaya. Bahan yang berbahaya salah satunya bahan explosive. Bahan Explosive mempunyai lambang : E

Untuk penerangan bahan kimia explosive harus dipakai penerangan alam atau lampu listrik yang dapat dibawa atau penerangan yang bersumber dari luar tempat penyimpanan.  Daerah tempat penyimpanan harus bebas dari rumput kering, sampah, atau material yang mudah terbakar, ada baiknya memanfaatkan perlindungan alam seperti bukit, tanah cekung belukar atau hutan lebat. Penyimpanan tidak boleh dilakukan di dekat bangunan yang didalamnya terdapat oli, gemuk, bensin, bahan sisa yang dapat terbakar, api terbuka atau nyala api.

Sebutkan sifat-sifat air

Air merupakan zat kimia dengan rumus (H2O). Air ini memiliki sifat-sifat yang khas. Adapun sifat-sifat air adalah sebagai berikut:

a. Bergerak mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah , contohnya sungai air terjun, air ledeng, dan air pembangkit listrik

b. Dapat menekan ke segala arah, contohnya semprotan

c. Permukaan air selalu mendatar

d. Dapat melarutkan beberapa jenis zat, seperti garam, susu, vetsin dan gula

Sebutkan 10 contoh bahan kimia beracun (toxic)

Ada bahan kimia yang dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup. Bahan kimia itu disebut bahan kimia beracun (toxic). Yang termasuk ke dalam 10 contoh bahan kimia beracun (toxic) adalah

  1. Metanol,
  2. Benzena
  3. Asam Oksalat
  4. Kalium Sianida
  5. Karbon Disulfida
  6. Kolkhisin
  7. Raksa
  8. Raksa (I) Nitrat
  9. Raksa (II) Nitrat
  10. Raksa (I) Klorida

Bahan kimia beracun didefinisikan sebagai bahan kimia yang dalam jumlah kecil menimbulkan keracunan pada manusia atau mahluk hidup lainnya. Bahan dinyatakan sebagai bahan beracun jika pemaparan melalui mulut LD50 > 25 atau 200 mg/kg berat badan, atau pemaparan melalui kulit LD50 > 25 atau 400 mg/kg berat badan, atau melalui pernapasan LD50 > 0,5 mg/L atau 2 mg/L.
Dengan karakteistik yang dimilikinya, B3 mempengaruhi kesehatan dengan mencelakakan manusia secara langsung (akibat ledakan, kebakaran, reaktif dan korosif) dan maupun tidak langsung (toksik akut dan kronis) bagi manusia.
Zat toksik yang dihasilkan oleh limbah B3 masuk ke tubuh manusia melalui: Oral yaitu melalui mulut dan kemudian saluran pencernaan, sulit mencapai peredaran darah; Inhalasi yaitu melalui saluran pernapasan, bersifat cepat memasuki peredaran darah; Dermal yaitu melalui kulit sehingga mudah masuk ke dalam peredaran darah; dan Peritonial yaitu melalui suntikan, langsung memasuki peredaran darah.

 

Apa yang dimaksud bahan explosive

Bahan kimia berbahaya harus ditangani secara tepat, salah satunya bahan explosive. Apa yang dimaksud bahan explosive itu?

Bahan explosive adalah bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan. Bahan-bahan kimia ada yang tidak berbahaya dan tidak sedikit yang berbahaya. Bahan yang berbahaya salah satunya bahan explosive. Bahan Explosive mempunyai lambang : E

Contoh bahan explosive adalah KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT). Tindakan pada bahan explosive adalah dengan menghindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.

Untuk penerangan bahan kimia explosive harus dipakai penerangan alam atau lampu listrik yang dapat dibawa atau penerangan yang bersumber dari luar tempat penyimpanan.  Penyimpanan tidak boleh dilakukan di dekat bangunan yang didalamnya terdapat oli, gemuk, bensin, bahan sisa yang dapat terbakar, api terbuka atau nyala api.  Daerah tempat penyimpanan harus bebas dari rumput kering, sampah, atau material yang mudah terbakar, ada baiknya memanfaatkan perlindungan alam seperti bukit, tanah cekung belukar atau hutan lebat.

Contoh zat yang berwujud gas

Zat merupakan materi yang menpunyai sifat yang khas. Zat ini dapat diklasifikasikan menjadi unsur dan senyawa. Berdasarkan wujudnya, zat dapat digolongkan menjadi zat padat, zat cair dan zat gas. Dalam artikel ini, hanya akan memberikan contoh zat yang berwujud gas.

Contoh zat yang berwujud gas pada suhu kamar adalah:

  1. Unsur yang berwujud gas dapat monoatomik atau diatomik, seperti: He (helium), Ne (neon), Ar (argon), Kr (kripton), Xe (xenon), Rn (radon), H2 (molekul hidrogen), N2 (nolekul nitrogen), O2 (molekul oksigen), O3 (ozon), F2 (molekul fluorin), dan Cl2 (molekul klorin)
  2. Senyawa yang berwujud gas adalah NO2 (nitrogen dioksida), N2O (dinitrogen oksida), SO2 (belerang dioksida), H2S (asam sulfida), HCN (asam sianida), HF (asam fluorida), HCl (asam klorida), HBr (asam bromida), HI (asam iodida), CO (karbon monoksida), CO2 (karbon dioksida), NH3 (amonia), dan NO (nitrogen oksida).

Gas ini mempunyai struktur di mana partikelnya bergerak bebas, sehingga bentuk dan volumenya tidak tetap. Gas mengisi ruangan yang ditempatinya secara homogen (artinya gas tersebar merata dalam ruang). Karena partikelnya yang tidak rapat, maka gas mudah dikompresikan.