Pengertian bencana alam dan bencana alam klimatologis

Bencana alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia atau keduanya yang mengakibatkan kerusakan atau kerugian pada manusia ataupun lingkungannya seperti jatuhnya korban, hilangnya harta benda, terganggunya keseimbangan ekosistem serta mempengaruhi tata kehidupan di dalam masyarakat. Bencana alam dapat dikelompokkan menjadi beberapa macam, yaitu gempa bumi, tsunami, gunung meletus, kebakaran hutan, tanah longsor, dan banjir.

Bencana alam klimatologis adalah bencana alam yang disebabkan oleh faktor-faktor cuaca dan iklim, misalnya karena curah hujan yang tinggi, terjadinya petir, angin puting beliung/angin topan, kekeringan, kebakaran hutan karena faktor alamiah (terkena petir).

Bencana alam klimatologis adalah kumpulan bencana yang disebabkan oleh faktor iklim. Terdapat dua faktor utama yang menyebabkan bencana klimatologis, yaitu hujan dan angin. Di setiap daerah memiliki karakteristik bentang alam.

Hal ini sangat berpengaruh terhadap iklim di daerah tersebut. Kondisi alam dan iklim di Amerika bagian tengah memungkinkan bencana klimatologis berupa tornado sedangkan di daerah Indonesia tidak memungkinkan terjadinya tornado sehingga, setiap daerah akan memiliki karakteristik bencana klimatologis berdasarkan bentang alamnya.

Jenis Bencana Klimatologis

Meskipun faktor utama dari bencana alam klimatologis adalah angin dan hujan, namun kedua faktor tersebut sangat mungkin menyebabkan bencana turunan lainnya. Berikut merupakan beberapa jenis bencana alam yang disebabkan oleh bencana klimatologis.

  • Angin Puting Beliung

Fenomena angin puting beliung merupakan salah satu bencana alam klimatologis yang terjadi di Indonesia. Meskipun kekuatan dan intensitasnya tidak sekuat angin tornado di Amerika, namun angin puting beliung dapat menyebabkan kerugian yang cukup besar dan dampak yang ditimbulkan lumayan parah. Tidak jarang angin puting beliung merenggut korban jiwa. Angin ini sering terjadi di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Bali dan sebagian Kalimantan dan Maluku.

  • Banjir

Banjir sepertinya sudah sangat akrab dengan sebagian masyarakat di Indonesia. Banjir sendiri merupakan sebuah fenomena yang terjadi ketika curah hujan sangat lebat dan tinggi sehingga intensitas hujan menjadi lama dan panjang. Hal ini diperburuk dengan sistem pembuangan yang tidak memadai. Akibatnya, banjir pun terjadi. Bencana banjir sendiri memiliki beberapa jenis berdasarkan faktor penyebabnya. Beberapa di antaranya adalah banjir sungai, banjir danau, banjir pasang laut dan banjir bah.

Banjir sungai terjadi ketika terjadi hujan secara terus menerus yang menyebabkan air sungai meluap. Luapan air sungai bisa disebabkan adanya gangguan di sepanjang aliran hulu dan hilir sungai. Akibatnya air pun meluap. Banjir danau memiliki ciri yang mirip dengan banjir sungai. Banjir danau juga dapat terjadi ketika terdapat bendungan di danau tersebut. Bendungan tidak dapat menahan volume air akibat hujan yang terjadi secara terus menerus, akibatnya bendungan pun jebol dan mengakibatkan air meluap sehingga terjadi banjir danau. Banjir pasang laut adalah fenomena banjir yang terjadi ketika naiknya permukaan air laut ke daratan. Banjir pasang aut sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis seperti banjir rob yang diakibatkan aktivitas gerakan gravitasi bulan dan bumi, banjir pasang akibat gempa atau banjir yang diakibatkan badai yang menerjang bibir pantai.