Sebutkan 4 contoh konifer

Konifer merupakan tumbuhan yang memiliki daun kecil, tebal seperti jarum atau sisik, dan tampak selalu berwarna hijau (evergreen).  Yang termasuk 4 contoh konifer adalah sebagai berikut:

a. Pinus merkusii (ordo Pinales)

b. Taxus baccata (ordo Taxales)

c. Aghatis damara (damar) (ordo Araucariales)

d. Padocarpus neriifolius (ki putri) (ordo Podocarpales)

Konifer ini diduga tumbuh melimpah pada masa Mesozoikum. Hingga saat ini tumbuhan konifer merupakan tumbuhan dominan penyusun hutan konifer di belahan bumi utara, dan sebagian tumbuh di pegunungan tropis.

Keanekaragaman tumbuhan pada bioma taiga cukup rendah dan vegetasinya seragam yang didominasi oleh pohon-pohon konifer. Tumbuhannya selalu hijau sepanjang tahun, meskipun dalam musim dingin dengan suhu sangat rendah, hal ini merupakan suatu adaptasi bagi tumbuhan agar tumbuhan tersebut mampu menyerap panas lebih banyak dan mampu berfotosintesis lebih awal.

Dengan lingkungan abiotik yang cukup ekstrem, maka tidak banyak tumbuhan yang mampu tumbuh pada lingkungan bioma ini. Tumbuhan konifer ini memiliki struktur morfologi daun yang berbentuk seperti jarum dan akar yang kuat. Daun yang berbentuk jarum ini dilindungi oleh lapisan lilin. Struktur daun seperti ini merupakan struktur yang merupakan bentuk adaptasi  yang sangat cocok pada lingkungan bioma taiga.  Struktur ini dapat membuat tumbuhan bertahan dari suhu yang sangat dingin dan pada suhu yang panas, serta membuat tumbuhan konifer tetap kokoh dari tumpukan salju. Maka dari itu, tumbuhan konifer sangat mendominasi bioma ini.

Jenis tumbuhan konifer adalah seperti pohon pinus dan cemara. Selain tumbuhan konifer, bioma ini juga ditumbuhi oleh lumut kerak serta lumut pada permukaan tanahnya.

Hutan konifer adalah hutan yang terletak di antara daerah beriklim subtropis dan kutub di belahan bumi bagian utara. Misalnya hutan-hutan di kawasan Amerika Utara, Alaska, Semenanjung Skandinavia, dan Rusia.

Tumbuhan yang mendominasi bioma ini ialah tumbuhan dengan ciri berdaun jarum (konifer), seperti spruce, birch, alder, juniper, pinus dan cemara. Hutan konifer mengambil bagian sebanyak 29% dari total luas hutan di dunia.

Karena hutan ini ada di daerah subtropis atau daerah dengan iklim dingin, maka hutan konifer tidak ditemukan di Indonesia.

Wilayah hutan konifer memiliki suhu rata-rata tahunan sekitar +5° sampai -5 ° C dengan ciri-ciri sebagai berikut; Musim di Hutan Konifer. Hutan konifer setiap tahunnya mengalami 4 jenis musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Periode musim gugur dan musim semi memiliki waktu yang singkat dibanding musim panas dan dingin.

Musim panas berlangsung sekitar 3 bulan dan itu pun masih ditemukan lapisan es dengan ketebalan mencapai 2 meter di bawah permukaan tanah. Oleh karena itu, musim panas di hutan konifer juga sering disebut wet summer. Sedangkan musim dingin di hutan ini menjadi musim yang berlangsung paling lama.