Jelaskan perkembangan kepercayaan bangsa Arya

Perkembangan kepercayaan bangsa Arya. Menurut Quek Geok Cheng dalam The Ancient History of India, Southeast Asia and China bahwa sebelum menganut Hinduisme, bangsa Arya memiliki kepercayaan terhadap dewa alam. Dewa yang disembah adalah dewa Surya (dewa matahari), dewa Indra (dewa petir), dan dewa Agni (dewa api). Namun setelah menetap di Lembah Sungai Gangga, kepercayaan bangsa Arya terhadap dewa alam mulai berkurang. Mereka mulai menyembah dewa-dewa dalam ajaran Hindu, seperti dewa Brahma (dewa pencipta), dewa Syiwa (dewa penghancur), dan dewa Wisnu (dewa pemeliharaan).

ASAL MULA BANGSA ARYA

Perkembangan sejarah Asia Selatan terutama India sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi. Tetapi baru ketika setelah kedatangan bangsa Arya, pengkajian sejarah Asia Selatan kelihatan lebih nyata. India salah satu pusat peradaban dunia pada masa lampau, selain Cina dan Timur Tengah dan juga Eropa. Letak peradaban terbesar bangsa India adalah teletak di Mohenjodaro dan Harapa. Suku asli India adalah bangsa Dravida, yang kemudian eksistensinya sedikit demi sedikit tergusur loleh kedatangan bangsa Arya dari Asia Barat. Peradaban India sering disebut dengan peradaban sungai Indus yang dialiri oleh lima anak sungai yaitu; Yellum, Chenab, Ravi, Beas, Suttly yang kemudian terkenal dengan sebutan Punjab (Daerah lima Aliran Sungai). Peradaban lembah sungai Indus sebanding dengan peradaban Mesopotamia, lembah sungai Huangho, dan Mesir, dengan penduduk asli adalah orang-orang Dravida, mempunyai cirri-ciri berkulit hitam dan pada saat itu mereka belum mempunyai kepercayaan atau agama yang tetap.

Nama arya berarti bangsawan atau tuan, yang terdapat dalam bahasa Persia dan India. Perpindahan Bangsa Arya di India terjadi bertahap-tahap, dan tidak terjadi langsung dengan gelombang besar. Waktu yang dibutuhkan juga membutuhkan waktu yang berabad-abad, itupun sambil membawa keluarga mereka. Pada masa tertentu, ada sekelompok yang nampaknya begitu kuat yang memasuki India. Hal ini dibuktikan pada penggalian di Harappa yang menyatakan bahwa kota Harappa takluk dengan kekerasan, karena banyak ditemukan tumpukan mayat di Harappa. Selain itu kerusakan di dinding kota, yang semuanya disinyalir Harappa di hancurkan oleh Bangsa yang gagah berani. Pendirian ini juga diperkuat dengan pernyataan buku Weda yang mengatakan bahwa bangsa Hariyupuja yang dikalahkan oleh orang-orang Arya dengan bantuan, dan tentu haruyupura itu dapat kita anggap sama dengan budaya Harappa.

Perpindahan bangsa Arya ke India berlangsung pada satu masa yang berabad-abad lamanya dapat juga dibuktikan kalau dibandingkan syair-syair Weda yang tertua dengan yang terkemudian. Penyelidikan ini menyatakan bahwa mula-mulanya sungai Indus dianggap oleh orang Arya sebagai sungai yang keramat dan menjadi sumber dari sekalian kebaikan bagi orang Arya. Tetapi pada masa Doab Gangga-Jumna menjadi pusat kebudayaan brahma, maka ternyata bahwa seluruh daerah Indus dan Punjab sudah dilupakan oleh orang-orang Arya, dan bahkan buku-buku seperti Weda dan Upanisad seakan-akan melupakan kesucian sungai Indus. Orang-orang Arya merupakan bangsa yang suka yang berpetualang pada saat itu. Nampaknya kedatangan bangsa Arya berbarengan dengan langsung berkembangnya kerajaan-kerajaan bangsa Arya. Dalam beberapa berita-berita peperangan raja Persia menaklukan Punjab dan Sindh tahun 516 SM, dan raja tersebut mempunyai beberapa prajurit dari kalangan orang-orang India. Sedangkan kita tahu bahwa bangsa Arya adalah bangsa yang berasal dari Asia Barat.

Cerita tentang kebudayaan India kemudian berkembang hingga akhirnya datang sebuah bangsa baru ke India. Kedatangan Bangsa Arya ke Lembah Sungai Indus menimbulkan onflik kebudayaan dan persaingan etnik. Bangsa Arya berkulit dan termasuk rumpun berbahasa Indo-Eropa. Bangsa ini masuk ke India melalui Celah Kaiber di sela Pegunungan Hindu Kush, karena tertarik pada kesuburan tanah daerah tersebut.

Bangsa Arya kemudian mendesak bangsa Dravida, sebagaian dari bangsa Dravida kemudian menyingkir ke wilayah di Selatan India dan sebagaian lagi berbaur dengan bangsa Arya membentuk peradaban baru yang disebut Hindu. Akar kata Hindu berasal dari nama sungai tersebut. Percampuran antara dua bangsa tersebut menjadi cerita baru dalam kebudayaan India.