Sebutkan gas yang termasuk gas rumah kaca

Pada lapisan troposfer terdapat gas-gas rumah kaca.  Berikut adalah gas yang termasuk gas rumah kaca yang antara lain: a. Uap air (H2O); b. Karbon dioksida (CO2);  c. Metana (CH4); d. Ozon (O3); e. Nitrogen okisda (NO). Gas rumah kaca menyebabkan terjadinya efek rumah kaca. Pada efek rumah kaca, sinar matahari yang menembus lapisan gas rumah kaca akan dipantulkan kembali ke bumi sehingga menimbulkan panas yang terperangkap seperti pada rumah kaca. Tanpa efek rumah kaca, suhu bumi akan sangat dingin.

Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).

Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil atom karbonnya.

Gas Rumah Kaca (GRK) yang berada di atmosfer (troposfer) dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia terutama yang berhubungan dengan pembakaran bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batubara) seperti pada pembangkitan tenaga listrik, kendaraan bermotor, AC, komputer, memasak. Selain itu Gas Rumah Kaca juga dihasilkan dari pembakaran dan penggundulan hutan serta aktivitas pertanian dan peternakan. Gas Rumah Kaca yang dihasilkan dari kegiatan tersebut, seperti H2O (uap air),CO2 (karbon dioksida), O3 (ozon), CH4 (metana), N2O (dinitrogen oksida), CFC (cholorofluorokarbon : CFC R-11 dan CFC R-12), CO, SO2, NO, dan gas lainnya seperti HFCS, PFCS, dan SF6.

Uap Air. Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktifitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal.

Efek rumah kaca adalah proses menembusnya energi dari matahari ke dalam atmosfer bumi, kemudian beberapa energi diserap oleh permukaan bumi dan laut sehingga bumi menjadi hangat. Sisa radiasi lainnya dipantulkan kembali ke luar angkasa dalam bentuk energi inframerah. Ketika beberapa energi inframerah diradiasikan kembali ke luar angkasa, beberapa diantaranya diserap kembali dan dipancarkan kembali oleh uap air dan berbagai gas rumah kaca di atmosfer.