Apa itu Kebutuhan Oksigen Biologis? (BOD)

Biological Oxygen Demand didefinisikan sebagai jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme aerobik untuk memecah bahan organik dalam sampel air pada suhu & jangka waktu tertentu. Dengan kata sederhana, Jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh organisme biologis seperti bakteri dalam sampel air tertentu untuk pemecahan bahan organik melalui proses oksidasi disebut Permintaan Oksigen Biokimia.

Mengapa metode ini digunakan?

BOD adalah metode biologis yang digunakan untuk pengukuran jumlah total oksigen terlarut (DO) yang digunakan oleh mikroba dalam proses biologis metabolisme molekul organik yang ada dalam air.

Jumlah total gas oksigen yang ada di dalam air disebut oksigen terlarut (DO). Oksigen non-senyawa yang ada dalam air dapat berupa produk sampingan dari fotosintesis tanaman air atau gas oksigen atmosfer terlarut.

Makna

BOD mengukur jumlah oksigen yang digunakan oleh mikroorganisme untuk proses penguraian bahan organik di badan air.

Ini melambangkan jumlah polusi organik yang ada dalam ekosistem perairan.

Juga mengatur oksidasi kimia (COD) bahan anorganik.

Digunakan dalam pengolahan limbah atau pengolahan air limbah untuk menghancurkan dan meluruhkan sampah organik melalui organisme aerobik.

Menentukan jumlah bahan organik yang ada di tanah, limbah, sedimen, sampah, lumpur, dll.

Mendeteksi laju respirasi pada makhluk hidup.

Digunakan dalam industri obat & farmasi untuk menguji konsumsi oksigen kultur sel.

Kebutuhan oksigen biologis dapat digunakan sebagai indikator tingkat pencemaran lingkungan. Misalnya, semakin tinggi tingkat bahan organik (dalam badan air atau limbah yang tercemar), semakin besar BOD.

Akibatnya, tingkat Permintaan Oksigen Darah yang tinggi berarti jumlah oksigen terlarut yang tersedia untuk organisme laut lainnya seperti ikan rendah.

Dari perspektif ekologi, instalasi pengolahan air limbah bertujuan untuk menurunkan BOD mereka sebelum membuang limbah ke badan air.

Bacaan lebih lanjut:

Bioreaktor

Pengolahan limbah

3