Hereditas adalah penurunan sifat dari induk kepada keturunannya. Keturunan yang dihasilkan dari perkawinan antar individu mempunyai perbandingan fenotif maupun genotif yang mengikuti aturan tertentu. Aturan-aturan dalam pewarisan sifat disebut pola hereditas. Teori tentang sistem pewarisan sifat dikemukakan oleh Gregor Mendel.

Hukum Mendel 1 (Hukum Segregasi)

Hukum Mendel 1 atau hukum Segregasi mengungkapkan bahwa dua alel yang mengatur sifat tertentu akan terpisah pada dua gamet yang berbeda.

Hukum Mendel I
Hukum Mendel 1

Hukum Mendel 2

Hukum Mendel 2 mengungkapkan bahwa setiap pasang alel terpisah secara bebas pada setiap gamet.

Hukum mendel II
Hukum mendel 2

Jenis-jenis Hibridisasi

Jenis – jenis hibridisasi adalah sebagai berikut :
a. Monohibrid
Persilangan yang hanya menggunakan satu macam gen yang berbeda atau menggunakan satu sifat beda. Pada generasi F2 menghasilkan perbandingan fenotip 3: 1.

Hibridisasi monohibrid
Hibridisasi monohibrid

b. Dihibrid
Persilangan yang menggunakan dua sifat beda atau dua pasang kromosom yang berbeda. Pada generasi F2 menghasilkan perbandingan fenotip 9 : 3 : 3 : 1.

Hibridisasi dihibrid
Hibridisasi dihibrid

Penyimpangan Semu Hukum Mendel

  1.  Atavisme. Peristiwa 2 gen atau lebih yang saling berinteraksi dalam fenotipe. Contoh : persilangan bentuk pial pada ayam dikenal ada 4 macam, yaitu pial gerigi (rose), pial biji (pea), pial bilah (single), dan pial sumpel (walnut). Pada generasi F2 menghasilkan perbandingan fenotipe 9 (walnut) : 3 (rose) : 3 (pea) : 1 (single).
  2. Polimeri. Pembastaran heterizogot dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri, tetapi mempengaruhi bagian yang sama dari suatu makhluk hidup. Contoh : persilangan varietas gandum berbiji merah dan berbiji putih. Pada generasi F2 menghasilakn perbandingan fenotip 15 (merah) : 1 (putih).
  3. Kriptomeri.  Suatu peristiwa dimana gen dominan yang seolah-olah tersembunyi apabila berdiri sendiri-sendiri dan pengaruhnya baru tampak apabila berada bersama-sama dengan gen dominan lainnya. Contoh : persilangan bunga Linaria maroccana merah dan putih, menghasilkan bunga warna ungu. Pada generasi F2 menghasilkan perbandingan fenotipe 9 (bunga ungu) : 3 (bunga merah ) : 4 (bunga putih).
  4. Epistasis dan Hipostasis. Salah satu bentuk interaksi antara gen dominan menutupi (epistesis) gen dominan lainnya (hipostatis). Contoh : persilangan varietas gandum bersekam hitam dengan gandum bersekam kuning., dimana hitam dominan kuning. Pada generasi F2 menghasilakan perbandingan fenotipe 12 (hitam) : 3 (kuning) :1 putih.
  5. Gen Komplementer. Gen-gen yang berinteraksi dan saling melengkapi apabila salah satu gen tidak hadir, maka pemunculan suatu karakter akan terhalang atau tidak sempurna. Contoh : persilangan bunga Lathyrus adoratus warna putih, dimana dua gen akan berinteraksi dalam menumbuhkan pigmen pada bunga. Pada generasi F2 menghasilakn perbandingan fenotipe 9 (bunga ungu) : 7 (bunga putih)