Sebutkan ciri-ciri ekosistem alami

Berikut adalah ciri-ciri ekosistem alami: 1. Terdiri dari banyak spesies tanaman dan hewan 2. Keanekaragaman genetik sangat tinggi 3. Sinar matahari adalah sumber energi dan energi ini mendorong semua siklus biologis 4. Rantai makanan yang panjang dan rumit 5. Suksesi ekologi berlangsung dalam ekosistem alami selama periode waktu tertentu 6. Siklus nutrisi alam memastikan bersiklus maksimal dan efisien 7. Produktivitas sangat bervariasi dan tergantung pada lingkungan. Produktivitas hutan hujan tropis sangat tinggi, tapi di gurun produktivitas sangat rendah 8. Keberlanjutan alami yang tinggi atau  berkelanjutan

Ekosistem merupakan penggabungan dari setiap unit biosistem yang melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Matahari sebagai sumber dari semua energi yang ada.

Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Pengertian ini didasarkan pada Hipotesis Gaia, yaitu: “organisme, khususnya mikroorganisme, bersama-sama dengan lingkungan fisik menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi cocok untuk kehidupan”. Hal ini mengarah pada kenyataan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya.

Kehadiran, kelimpahan dan penyebaran suatu spesies dalam ekosistem ditentukan oleh tingkat ketersediaan sumber daya serta kondisi faktor kimiawi dan fisis yang harus berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh spesies tersebut, inilah yang disebut dengan hukum toleransi. Misalnya: Panda memiliki toleransi yang luas terhadap suhu, namun memiliki toleransi yang sempit terhadap makanannya, yaitu bambu. Dengan demikian, panda dapat hidup di ekosistem dengan kondisi apapun asalkan dalam ekosistem tersebut terdapat bambu sebagai sumber makanannya. Berbeda dengan makhluk hidup yang lain, manusia dapat memperlebar kisaran toleransinya karena kemampuannya untuk berpikir, mengembangkan teknologi dan memanipulasi alam.

Berdasarkan fungsinya, komponen ekosistem dapat dikategorikan menjadi produsen, konsumen, pengurai, dan detritivor.

Produsen bertindak sebagai titik awal rantai makanan dan jaringan makanan. Dalam ekosistem, produsen primer adalah tanaman hijau, bakteri autotrof, alga, dan beberapa protozoa di bawah sinar matahari yang dapat memproduksi makanannya sendiri. Ciri-ciri produsen di antaranya adalah menghasilkan karbohidrat dan mampu melakukan sintesis protein dan lemak.

Konsumen terdiri dari hewan yang bergantung pada produsen untuk ketersediaan makanan mereka. Mereka adalah organisme yang tidak dapat memproduksi makanannya sendiri alias heterotrof. Konsumen primer terdiri dari hewan herbivor yang memakan produsen, sementara konsumen sekunder adalah karnivora yang memakan konsumen primer. Konsumen tersier berada lebih tinggi dari konsumen sekunder. Mereka memangsa hewan karnivora maupun herbivora.

Selain produsen dan konsumen, ada pula dekomposer yang merupakan organisme heterotrof dan berperan sebagai pengurai. Dekomposer menguraikan bahan-bahan organik kompleks dari organisme yang telah mati menjadi bahan anorganik yang lebih sederhana, sehingga dapat digunakan kembali oleh produsen. Contoh dekomposer adalah bakteri dan jamur.

Detritivor merupakan organisme heterotrof yang memanfaatkan serpihan zat organik yang telah mati (detritus) sebagai bahan makanan. cacing tanah adalah contoh detritivor.