Di Funaria, archegonium organ reproduksi wanita adalah struktur berbentuk labu yang dibedakan menjadi dua bagian, venter dan leher. Venter berisi sel telur dan sel saluran venter. Lehernya lebih panjang dan mengandung enam sampai sepuluh sel saluran leher. Leher ditutup dengan sel penutup. Selama fertilisasi, sel saluran ventral dan sel saluran leher berdegenerasi dan menghasilkan zat mucillagenous. Zat lendir menyerap air, membengkak dan memberi tekanan pada sel penutup untuk memisahkan. Dengan cara ini ada pembentukan lintasan

Reproduksi aseksual di Funaria dapat terjadi dengan pembentukan struktur seperti tunas pada cabang rizoid. Tunas berkembang biak menjadi tanaman baru dengan melepaskan diri dari tanaman induk. Ini adalah metode perbanyakan vegetatif alami.

Pteris adalah genus pakis yang berkembang biak melalui pembentukan spora.

Rhizopus adalah genus jamur saprofit umum. Mereka berkembang biak dengan membentuk spora aseksual dan seksual. Dalam reproduksi seksual, zigofor gelap

dihasilkan pada titik di mana dua myelia yang kompatibel menyatu. Setelah perkecambahan, zigofor menghasilkan koloni yang secara genetik berbeda dari kedua orang tua.

Dalam spirogyra, ganggang, reproduksi seksual terjadi dengan konjugasi. Dua filamen berbeda berjajar berdampingan baik sebagian atau sepanjang panjangnya. Satu sel masing-masing dari filamen berjajar berlawanan memancarkan tonjolan tubular yang dikenal sebagai tabung konjugasi, yang memanjang dan menyatu, untuk membuat bagian yang disebut kanal konjugasi. Sitoplasma sel yang bertindak sebagai jantan berjalan melalui tabung ini dan menyatu dengan sitoplasma betina, dan gamet bergabung untuk membentuk zigospora. Dalam konjugasi lateral, dua sel berperilaku seperti dua filamen.

Jadi hormon seks berguna dalam pembentukan zigospora di Rhizopus. Enzim pemecah dinding sel terbentuk di Spirogyra. Zat mucillagenous ada di Funaria dan faktor pertumbuhan ada di tunas Funaria.

Opsi D benar.

Soal: Pelajari daftar berikut. Daftar-I Daftar-II (A) Hormon seks (I) Fertilisasi pada Funaria (B) Enzim pemecah dinding sel (II) Pembentukan zigofor pada Rhizopus (C) Zat mucilaginous manis (III) Pembentukan tunas pada Funaria (D) Secara alami faktor pertumbuhan yang terjadi (IV) Fertilisasi Pteris (V) Konjugasi di Spirogyra

A» A- (V), B- (II), C- (IV), D- (III)

B» A- (V), B- (IV), C- (III), D- (II)

C» A- (II), B- (IV), C- (III), D- (II)

D» A- (II), B- (V), C- (I), D- (III)