Jelaskan apa yang dimaksud dengan elektrolisis dan proses elektrolisis –

Elektrolisis adalah pemutusan ikatan kimia dalam senyawa untuk menghasilkan zat unsur. Prosesnya melibatkan melewatkan arus listrik pada tegangan tertentu antara dua elektroda, melalui senyawa (elektrolit) yang akan didekomposisi. Elektrolit terdiri dari muatan positif (kation) dan anion bermuatan negatif. Anoda bermuatan positif menarik anion. Anion, saat mencapai anoda, melepaskan elektronnya ke sana dan direduksi menjadi atom netral. Kation bermuatan negatif, menarik kation dan melepaskan muatan positifnya ke atom netral.

Tegangan yang dibutuhkan untuk proses tergantung pada kemampuan ion untuk menerima atau melepaskan elektron. Kemampuan beberapa unsur, molekul, dan ion ini telah diukur dalam larutan berairnya dan tersedia sebagai potensial reduksi standar. Potensial reduksi standar adalah potensi (kemampuan) dalam volt, menerima elektron, pada kondisi standar larutan elektrolit 1molar, diukur pada 298K dan satu tekanan atmosfer.

Misalnya, kemampuan ion tembaga untuk mengambil dua elektron menjadi atom tembaga netral, diberikan oleh potensial reduksi standar 0,34V

Cu 2+ (aq) + 2e → Cu (s) E ° = 0,34 V

Kemampuan oksidasi (kehilangan elektron) suatu zat merupakan kebalikan dari proses reduksi. Jadi, potensial pengoksidasi suatu zat umumnya sama besarnya tetapi berlawanan tanda dengan potensial reduksi. Potensial oksidasi atom tembaga menjadi ion tembaga adalah -0,34V.

Semakin tinggi potensial reduksi, semakin tinggi kelayakan reduksi dalam larutan berair. Demikian pula, semakin tinggi potensial oksidasi (semakin kecil potensial reduksi), semakin tinggi kemungkinan untuk teroksidasi.

Elektrolisis adalah proses yang melibatkan reduksi di katoda dan oksidasi di anoda. Jadi, kelayakan elektrolisis tergantung pada potensial redoks individu dari ion elektrolit.

Selain itu, dalam larutan berair, air juga terlibat. Air dapat dioksidasi dan direduksi. Tidak seperti ion lain dan atom unsurnya, potensial redoks berbeda. Reaksi redoks air, juga membutuhkan tegangan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan oleh nilai termodinamika.

5