Apa aturan oktet?

Dalam kimia, dikenal sebagai aturan oktet atau teori oktet untuk menjelaskan bagaimana atom-atom unsur kimia bergabung.

Teori ini dikemukakan pada tahun 1917 oleh fisikawan kimia Amerika Gilbert N. Lewis (1875-1946) dan menjelaskan bahwa atom-atom dari unsur yang berbeda biasanya selalu mempertahankan konfigurasi elektronik yang stabil melalui lokasi delapan elektron pada tingkat energi terakhirnya.

Aturan oktet menyatakan bahwa ion dari berbagai unsur kimia yang ditemukan dalam Tabel Periodik biasanya melengkapi tingkat energi terakhirnya dengan 8 elektron. Karena ini, molekul dapat memperoleh stabilitas yang mirip dengan gas mulia (terletak di paling kanan tabel periodik), yang struktur elektroniknya (dengan tingkat energi lengkap terakhirnya) membuatnya sangat stabil, yaitu, tidak terlalu reaktif…

Jadi, unsur-unsur dengan keelektronegatifan tinggi (seperti halogen dan amfigen, yaitu unsur golongan 16 dari Tabel) cenderung “memperoleh” elektron hingga oktet, sedangkan unsur-unsur dengan keelektronegatifan rendah (seperti alkali atau alkali tanah) cenderung “kehilangan” elektron untuk mencapai oktet.

Aturan ini menjelaskan salah satu cara atom membentuk ikatannya, dan perilaku serta sifat kimia molekul yang dihasilkan akan bergantung pada sifatnya. Dengan demikian, aturan oktet adalah prinsip praktis yang dapat digunakan untuk memprediksi perilaku banyak zat, meskipun juga memiliki beberapa pengecualian.

Lihat juga: Ikatan kovalen