Apa itu litium?

Litium (Li) adalah unsur kimia alkali, logam, diamagnetik tetapi sangat reaktif yang teroksidasi dengan cepat di udara atau air. Dalam bentuknya yang murni, ini adalah logam lunak yang sangat ringan, putih keperakan, dan tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam.

Ini adalah unsur yang mirip dengan natrium, cukup melimpah di planet kita, terutama di jalur vulkanik atau dataran garam (85% dari cadangannya berada di wilayah Bolivia, Chili, dan Argentina). Bersama dengan hidrogen dan helium, litium adalah salah satu unsur pertama di alam semesta, yang penciptaannya akan merespons ledakan besar yang sama.

Namanya berasal dari kata Yunani lithios, yang berarti “batu”, karena ditemukan pada zaman kuno sebagai bagian dari batu besar. Pemahaman cararnnya berasal dari tahun 1817, ketika Johann Arfvedson menemukannya di tambang petalite di Swedia. Namun, produksinya dengan elektrolisis jauh di kemudian hari, dan komersialisasinya dimulai pada tahun 1923 oleh sebuah perusahaan Jerman.

Seperti logam alkali lainnya, litium sangat mudah terbakar dan berpotensi meledak setelah terkena udara atau, terlebih lagi, ke air. Hal ini juga korosif dan dalam jumlah besar dapat menjadi racun, dengan menghambat penyerapan yodium penting untuk hormon tiroid.

Ini dapat membantu Anda: Konduktivitas listrik