Matriarki adalah jenis masyarakat atau caral sosial-politik di mana perempuan memainkan peran sentral, sebagai pemimpin politik, otoritas moral, pengontrol sifat dan pembuat keputusan. Istilah ini berasal dari gabungan kata mater (Latin untuk “ibu”) dan archein (Yunani untuk “memerintah”), dan tidak boleh disamakan dengan ginekokrasi, ginarki, atau ginokrasi.

Ada banyak perdebatan seputar arti sebenarnya dari istilah matriarki. Ada yang beranggapan bahwa kebalikan dari caral yang mengatur masyarakat kita sejak awal sejarah, yaitu patriarki, yang ditandai dengan dominasi laki-laki atas perempuan.

Lainnya, seperti antropolog Ana Boyé, membela matriarki sebagai “masyarakat di mana perempuan memiliki otoritas non-koersif yang diakui oleh konsensus.”

Ada beberapa kasus rekaman masyarakat manusia di mana kekuasaan secara terbuka dipegang oleh perempuan. Bahkan dalam kasus ratu, gubernur, atau wanita tua yang bertanggung jawab atas suatu masyarakat, yang terakhir biasanya diatur dalam istilah patriarki, yang menyerahkan kekuasaan kepada wanita tanpa kehadiran atau atas nama pria.

Apa yang dikenal dalam masyarakat kita adalah matrilineage, sebuah konsep yang berbeda, yang menunjuk pada transmisi barang dan prestise sosial melalui jalur ibu dan bukan jalur ayah. Ini dikenal sebagai “hak rahim”, karena anak-anak yang lahir dari seorang wanita adalah 100% miliknya, sementara ayah mereka selalu dapat diperdebatkan.

Ini dapat melayani Anda: Gerakan feminis