Keburukan disebut semacam kegagalan, cacat atau kebiasaan buruk, terutama yang berkaitan dengan perilaku yang dianggap bermoral dan tidak bermoral. Apa yang di beberapa masyarakat mungkin dianggap kejam, di masyarakat lain mungkin bisa diterima atau normal. Artinya, itu sangat tergantung pada konteksnya dan nilai-nilai sosial dan moral yang dengannya ia dievaluasi.

Umumnya, kejahatan dikaitkan dengan ilegalitas dan bahaya, serta aktivitas hidup yang buruk, seperti beberapa kecanduan. Tindakan seperti konsumsi alkohol, tembakau, dan zat lain untuk rekreasi, serta kecanduan narkoba, atau bahkan perilaku pribadi yang buruk, seperti berbohong, mementingkan diri sendiri atau mengejek, biasanya dianggap sebagai kejahatan.

Demikian pula, dalam kasus yurisprudensi Inggris, kata wakil (“wakil”) digunakan untuk merujuk pada tindak pidana ringan: prostitusi, perjudian, pesta pora dan kecabulan. Sebaliknya, menurut moralitas Kristen, misalnya, kejahatan akan dikaitkan dengan sin besar dan sikap lain yang dianggap bersin atau tidak pantas.

Namun, istilah wakil juga digunakan dalam bahasa populer untuk merujuk pada aktivitas yang dilakukan dengan terlalu banyak antusiasme, atau di mana kita dapat melupakan seluruh dunia: “menari adalah sifat buruk bagi saya”, ” game itu membuat ketagihan”, dan seterusnya.

Lihat juga: Nilai-nilai universal