Umum

Apa saja teori yang menjelaskan evolusi?

Dikatakan bahwa evolusi manusia dimulai lebih dari 5 juta tahun yang lalu.

Manusia telah mendekati evolusi ini dengan cara yang berbeda untuk menjelaskannya dengan cara yang sesuai dengan interpretasinya tentang dunia. Mari kita lihat beberapa teori yang kurang lebih diterima dalam masyarakat:

Teori karakteristik yang diperoleh. Jean-Baptiste Lamarck berasumsi bahwa ciri-ciri yang diperoleh sepanjang keberadaan seorang individu juga akan menjadi ciri-ciri keturunannya, memberikan peran yang sangat penting pada apa yang kita kenal sebagai warisan. Kebiasaan itu, seperti kasus jerapah pertama yang meregangkan lehernya untuk mendapatkan makanan, akhirnya mendominasi seluruh spesies.

Teori mutasi. Gregor Mendel mengajukan teori yang sangat kuat mengenai pewarisan ini, membedakan gen resesif dari gen dominan. Ini adalah bagaimana teori mutasi mulai berlaku. Istilah ini mengacu pada perubahan permanen dalam materi genetik sel, yang dapat terjadi karena aksi agen mutagenik atau karena kesalahan dalam menyalin materi genetik selama proses pembelahan sel. Mutasi diyakini memperkenalkan spesies baru, sebagai sumber evolusi yang paling penting.

Agama. Agama selama berabad-abad memiliki posisi menentang semua teori evolusi. Jawaban pertama selalu kreasionisme, interpretasi langsung dari Alkitab yang menjelaskan asal usul spesies melalui Tuhan atau sosok serupa yang menciptakannya. Dengan berlalunya waktu dan semakin kuatnya bukti evolusi, para ilmuwan agama telah menjauh dari doktrin kreasionis kategoris ini.

Teori Evolusi Darwin. Teori yang memperoleh konsensus paling banyak dalam komunitas ilmiah adalah teori Charles Darwin, yang berbicara tentang seleksi alam di antara organisme hidup, karena sebagian besar tidak bertahan hidup. Konsekuensi dari seleksi ini adalah adaptasi dan diversifikasi, dan perjuangan terus-menerus dari spesies di mana hanya yang terkuat yang akan bertahan. Posisi ini kemudian dilengkapi oleh Wallace, yang mengajukan pertanyaan tentang dinamika perubahan ini dan nenek moyang semua spesies. Kombinasi kedua posisi ini, tanpa diragukan lagi, adalah yang disepakati oleh mayoritas komunitas ilmiah saat ini, karena kelengkapan penjelasan tentang proses yang dilalui semua spesies.

Dalam kasus ras manusia, ada rantai evolusi yang diyakini dimulai lebih dari 5 juta tahun yang lalu dengan Australopithecus, dan serangkaian hominid yang secara bertahap meninggalkan karakteristik monyet dan mengambil karakteristik manusia ( spesies yang dikenal sebagai Homo Sapiens Sapiens).

Istilah itu diekstrapolasikan dan kita berbicara tentang evolusi untuk merujuk pada hal-hal lain yang tidak terbatas pada biologis, di antaranya adalah fisika (yang menggambarkan pergerakan suatu objek sebagai evolusi dalam waktu tempatnya di ruang angkasa), psikologi (yang percaya bahwa evolusi adalah perubahan perilaku atau sikap) atau epistemologi (yang menghubungkan konsep dengan transformasi dalam teori atau ide).