Umum

Arti kematian

Kematian mengilhami semua jenis ritus, peringatan, dan representasi artistik.

Kematian telah menjadi sumber kecemasan dan sumber imajinasi. Kesadaran akan kematian, yang oleh para filsuf disebut sebagai “kesadaran tragis”, telah memberikan penjelasan paling beragam sejak zaman kuno tentang mengapa kita mati, apa yang terjadi ketika kita mati atau mengapa kita datang ke dunia, jika pada akhirnya kita akan mati.

Faktanya, kesadaran akan kematian di masa depan dianggap sebagai bagian dari pematangan jiwa manusia: semua orang muda merasa abadi.

Kematian sering digambarkan di bawah sosok misterius, seperti malaikat gelap atau bercahaya, wanita cantik tapi mengerikan, jam pasir hampir habis. Gambar yang paling umum adalah tengkorak atau kerangka manusia, kadang-kadang terbungkus jubah hitam dan dengan sabit (yang dengannya dia akan menuai jiwa yang baru saja meninggal, untuk membawa mereka ke “dunia lain”).

Gambar ini adalah alasan untuk pemujaan dan penyembahan di banyak tradisi budaya, seperti Catrinas di Meksiko, populer selama perayaan Hari Orang Mati, atau San La Muerte di negara-negara Amerika Latin lainnya.

Gagasan kematian, di sisi lain, secara simbolis dikaitkan dengan perubahan. Ini adalah makna, misalnya, yang ada di kartu Kematian di Tarot, dan mimpi kematian sering ditafsirkan dalam arti yang sama. Kematian mengilhami ritus dan peringatan, beberapa bersifat nasional, yang lain bersifat religius dan terutama keluarga, tergantung pada siapa yang meninggal.

Kematian juga telah mengilhami banyak representasi seni, sastra dan budaya, seperti Phaedrus karya Plato (c. 427-347 SM), dan lukisan Triumph of Death (1562) oleh Flemish Pieter Brueghel, “Orang Tua” (1525-1569 ); atau juga Potret diri dengan kematian (1872) oleh Arnold Böcklin dari Swiss (1827-1901), untuk menyebutkan beberapa contoh saja. Kehadirannya dapat ditelusuri sepanjang peradaban manusia.