Umum

Asal usul dan sejarah kapitalisme

Pada abad ke-19 sistem pabrik berkembang.

Kapitalisme tidak selalu beroperasi dengan cara yang sama seperti saat ini. Meskipun permulaan formalnya berasal dari abad ke-16 dan ke-17, ada anteseden penting di berbagai waktu dan tempat dalam sejarah.

Antesedennya yang paling langsung terletak menjelang akhir Abad Pertengahan, ketika kelas sosial dominan baru muncul dari masyarakat feodal: borjuasi, yang aktivitas komersialnya memungkinkan akumulasi uang atau aset lain (barang dagangan, dan kemudian mesin), yang ciri fundamental bagi munculnya logika kapitalis.

Asal usul kapitalisme sangat ditentukan oleh ekspansi industri tekstil Inggris dari abad ketujuh belas, berkat massifikasi kerja. Pada abad ke-18, dengan mesin pengrajin pertama, cara produksi industri dimulai.

Munculnya negara-bangsa pertama dan Revolusi Industri adalah unsur kunci dalam pembentukan sistem baru di Eropa.

Semangat kapitalisme klasik saat itu dipahami oleh ekonom dan filsuf Skotlandia Adam Smith (1723-1790). Itu diwujudkan dalam bukunya Wealth of Nations (1776), yang darinya muncul fondasi utama pasar bebas, yang menyarankan sesedikit mungkin campur tangan oleh Negara.

Ide-idenya kemudian menjadi bagian dari filosofi Liberalisme pada abad ke-19, waktu yang menyaksikan perkembangan sistem pabrik, dan eksodus besar-besaran dari daerah pedesaan ke perkotaan yang disebabkannya, sehingga memunculkan kelas pekerja atau proletariat.

Sejak saat itu, kapitalisme mengalami perubahan besar dalam cara operasinya, didorong oleh bencana ekonomi abad ke-20 dan dua perang dunianya. Selain itu, inovasi teknologi terus-menerus yang menandai paruh kedua abad itu, hingga kapitalisme menjadi global pada awal abad ke-21.