Asal usul gerakan buruh

Jam kerja yang berlebihan dan anak-anak maupun perempuan tidak dikecualikan.

Asal mula gerakan sosial merespons serangkaian kondisi yang membuat para pekerja menjadi “sadar kelas” dan berkumpul untuk menuntut serangkaian perbaikan. Beberapa alasan yang menyebabkan terbentuknya gerakan buruh ada hubungannya dengan:

Konsentrasi. Kelas proletar terkonsentrasi di pusat-pusat industri, yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan kontak satu sama lain.

Kondisi kerja yang mengerikan. Jam kerja yang berlebihan dan anak-anak maupun perempuan tidak dikecualikan.

Gaji rendah. Selain jam kerja yang ekstrim, para pekerja memiliki upah yang bahkan tidak memungkinkan mereka untuk menutupi kebutuhan dasar mereka.

Kepadatan Para pekerja tinggal di pinggiran kota dalam kondisi yang padat dan tidak sehat, di mana mereka terinfeksi berbagai jenis wabah dan penyakit.

Kelesuan yang dialami kaum buruh ini ditambah lagi dengan dampak Revolusi Prancis, di mana nilai-nilai seperti demokrasi, politik dan solidaritas memupuk perjuangan Hak Asasi Manusia.

Dalam konteks ini, para pekerja dari berbagai bidang (seperti pengrajin atau penenun Inggris kuno) mengorganisir diri mereka ke dalam persaudaraan, mengambil serikat pekerja abad pertengahan sebagai caral. Demikianlah para pekerja mulai saling membantu dan menuntut perbaikan pekerjaan dan, seiring waktu, mulai mempertanyakan industrialisasi.

Yang pertama menolak kondisi ekonomi adalah Luddites, gerakan serikat pekerja yang muncul di Inggris abad ke-19 dan dengan keras menentang penggabungan mesin ke dalam proses produksi tekstil.

Penolakan mereka membuat mereka membakar mesin dan sikap ini mulai ditiru oleh pekerja pedesaan. Proses ini adalah awal dari berbagai gerakan yang mulai berorganisasi tidak lagi melawan mesin tetapi melawan majikan, karena kondisi kerja yang mereka paksakan pada pekerja.