Asal usul meteorologi

Asal usul meteorologi kembali ke awal manusia, yang dengan cepat memahami bahwa perubahan alam di sekitarnya berulang dalam siklus, yang memungkinkan margin prediksi tertentu.

Pada masa itu, manusia menghubungkan kondisi iklim dan meteorologi dengan kehendak para dewa atau dengan pergerakan bintang-bintang, karena konsepsinya tentang dunia bersifat magis atau religius. Namun, sejak zaman Yunani kuno ada studi yang lebih ketat tentang masalah ini, seperti risalah Meteorologi Aristoteles, yang ditulis sekitar 340 SM.

Munculnya pengetahuan baru dan alat ukur baru pada abad ke-17 Revolusi Ilmiah meletakkan dasar bagi meteorologi sebagai disiplin formal, seiring dengan teknik dan metode ilmiah.

Blaise Pascal, René Descartes, Edmund Halley, Robert Hooke, George Hadley, Luke Howard dan Francis Beaufort, di antara banyak lainnya, berkontribusi secara meyakinkan untuk ini.