Umum

Asal usul pedagogi

Penggunaan metode dan bentuk untuk mentransmisikan pengetahuan memberikan gagasan bahwa pedagogi, meskipun tidak disebut demikian, hadir sejak awal komunitas. Peradaban Yunani dan timur seperti Mesir atau Cina adalah yang pertama membangun metode dan mensistematisasikan akses ke pengetahuan.

Pemikir besar Yunani seperti Plato, Socrates dan Aristoteles menetapkan dalam tulisan mereka pentingnya menetapkan metode untuk pengetahuan dan studi disiplin ilmu tertentu. Akses ke pendidikan adalah hak istimewa sebagian kecil masyarakat Yunani dan Romawi.

Pada abad ketujuh belas, Juan Amos Comenio meletakkan beberapa dasar pedagogi dalam karyanya: “Didactica Magna”. Di sana ia memaparkan pentingnya pendidikan dalam perkembangan anak.

Juga pada abad ketujuh belas apa yang disebut “pedagogi tradisional” muncul di Prancis. Dijalankan oleh Yesuit, itu menyoroti sekolah sebagai sumber utama transmisi budaya dan agama dalam masyarakat. Pedagogi tradisional didasarkan pada transmisi pengetahuan oleh seorang guru dan ditandai dengan peran pasif siswa.

Johann Heinrich Pestalozzi dan Jean-Jacques Rousseau meletakkan dasar bagi pedagogi cararn, bersama dengan para pemikir lain dari abad ke-18. Keduanya menempatkan fokus pada evolusi metodologi pedagogis.

Mereka mendorong pengembangan metode pengajaran yang mengesampingkan pendidikan kaku dan menghafal konsep untuk memberi jalan pada pengamatan, eksperimen dan penalaran sehingga anak-anak dapat belajar melalui pengalaman. Dalam karyanya “Emilio”, Rousseau menekankan pentingnya pendidikan melalui kebangkitan minat anak dan bukan disiplin.

Dimulai pada abad ke-19, dan sepanjang abad ke-20, pedagogi cararn berfokus pada hubungan guru-siswa dan pengembangan kapasitas siswa. Pemikir seperti Johann Friedrich Herbart, John Dewey, María Montessori dan Jean Piaget memberikan kontribusi penting dalam berbagai jenis pedagogi.