Dalam realitas virtual, pengguna dapat mengalami dunia simulasi.

Dua istilah terakhir ini lebih termasuk dalam bidang teknologi dan komputasi daripada filosofis dan sosiologis, meskipun mereka juga menimbulkan perdebatan dan ide-ide yang menarik minat metafisik.

Pertama, realitas virtual mencakup lingkungan digital tertentu yang dihasilkan melalui perangkat lunak komputer, di mana pengguna masuk berkat satu set kacamata atau helm sibernetik, dapat mengalami dunia simulasi kurang lebih seolah-olah dunia nyata.

Jenis teknologi ini memiliki kegunaan pendidikan, psikoterapi dan bahkan medis, tetapi yang paling banyak dikembangkan adalah di bidang video game. Asal-usulnya berasal dari pertengahan abad ke-20, ketika simulator pelatihan militer pertama dibuat, tetapi berkat perkembangan komputasi yang telah menunjukkan potensinya yang sangat besar.

Untuk bagiannya, augmented reality mencakup seperangkat teknologi komputer yang lebih baru, yang mengejar efek yang serupa dengan di atas. Perbedaannya adalah mereka memodifikasi persepsi dunia nyata melalui perangkat yang berbeda: Smartphone, Tablet, dll.

Dengan cara ini, realitas yang dirasakan dapat diperkaya dengan unsur-unsur digital yang disimulasikan, yang dengannya dimungkinkan untuk berinteraksi melalui perangkat, seolah-olah mereka adalah bagian dari yang nyata. Sekali lagi, ini adalah teknologi yang banyak digunakan dalam video game, tetapi memiliki potensi pendidikan, ilmiah, informatif, dan wisata yang sangat besar.

Ikuti dengan: Jadilah