Klasisisme dicirikan oleh hal-hal berikut:

  • Dia mengusulkan untuk kembali ke nilai-nilai estetika dan filosofis kuno klasik: kesederhanaan, kesatuan, ketenangan, rasionalitas, harmoni dan mimesis (peniruan realitas).
  • Itu memiliki manifestasi penting dalam berbagai seni: musik, sastra, patung, lukisan, arsitektur, dll.
  • Dia bercita-cita untuk caral seni yang universal, idealis, harmonis, jelas dan bijaksana, di mana proporsi dan keseimbangan dipertahankan.
  • Klasisisme sezaman dengan Mannerisme, kemudian Barok dan Rococo, dan tetap menjadi tren dominan sepanjang abad ke-19.