Ciri-ciri kecerdasan kinestetik

Keterampilan motorik halus juga bergantung pada kecerdasan kinestetik.

Kecerdasan kinestetik adalah salah satu dari delapan jenis keterampilan kognitif yang merupakan bagian dari “teori kecerdasan ganda”, yang dikembangkan pada tahun 1983 oleh psikolog dan peneliti Howard Gardner. Ini melibatkan kemampuan fisik yang, bersama dengan sistem saraf dan kemampuan kognitif, memungkinkan kontrol tubuh untuk memanipulasi objek.

Kadang-kadang, gerakan atau postur tubuh biasanya otomatis (tidak disadari), konsekuensi dari emosi atau persepsi melalui indera. Dengan meningkatkan kecerdasan kinestetik, pikiran menjadi lebih sadar akan tindakan tersebut.

Gardner berpendapat bahwa anak-anak yang menunjukkan jenis kecerdasan ini memiliki kontrol motorik yang lebih besar untuk mencapai apa yang ingin mereka lakukan (memanjat, meraih objek tertentu, dll.). Anak-anak selalu dalam perjalanan, bahkan saat makan atau belajar, jadi kinestesia adalah tujuan utama.

Merangsang kemampuan ini pada usia dini dapat berkontribusi pada perkembangan kognitif umum yang lebih baik dari individu melalui kegiatan yang melibatkan gerakan, interaksi dan manipulasi objek.

Dalam sistem pendidikan saat ini, kapasitas kinestetik tidak diakui dalam metodologi pengajaran, seperti yang terjadi, misalnya, dengan kecerdasan logis-matematis. Dia juga tidak memiliki apresiasi yang cukup secara sosial atau dalam dunia kerja profesional.

Namun, terbukti secara ilmiah bahwa pengembangan kapasitas tubuh kinestetik bermanfaat bagi individu karena meningkatkan konektivitas otak dan kapasitas kognitif mereka.