Umum

Ciri-ciri organisme multiseluler

Organisme heterotrof mengkonsumsi bahan organik dari makhluk hidup lain.

Organisme multiseluler memiliki berbagai tingkat kompleksitas, mulai dari alga kecil hingga gajah atau sequoia raksasa. Tubuh mereka terdiri dari jutaan sel yang terintegrasi ke dalam organ dan jaringan yang berfungsi secara terkoordinasi dan independen, dan disebut “sistem.” Kehidupan individu tergantung pada berfungsinya sistem ini dengan benar, sehingga begitu kematian terjadi, untuk alasan apa pun, semua sel tubuh secara bertahap akan mati (karena mereka saling bergantung).

Sel-sel organisme ini secara luas dapat terdiri dari dua jenis yang berbeda: sel-sel yang memiliki DNA lengkap individu (sel somatik) dan sel-sel lain yang hanya memiliki setengah dan diciptakan untuk tujuan reproduksi seksual (sel germinal atau gamet). Namun, setiap sel dalam tubuh organisme memiliki fungsi, seperangkat instruksi biologis dan dapat menjadi korban untuk kebaikan yang lain. Ini menyiratkan tingkat komunikasi seluler, kerja sama, dan spesialisasi yang tinggi.

Organisme multiseluler dapat menjadi autotrofik (seperti tumbuhan) jika mereka dapat mensintesis nutrisi tubuh dari bahan anorganik dan energi alami (seperti sinar matahari), dan heterotrofik jika mereka memerlukan konsumsi bahan organik dari makhluk hidup lain untuk oksidasi mereka, dan dengan demikian memperoleh energi kimia. untuk mempertahankan metabolisme.