ekonomi Amerika Latin

Wilayah Amerika Latin tidak merata dalam kinerja ekonomi dan kebijakan ekonominya, itulah sebabnya wilayah ini sejak awal menjadi wilayah yang tidak stabil. Dimungkinkan untuk membedakan tiga kelompok ekonomi Amerika Latin, yaitu:

Negara-negara dengan ekonomi pasar bebas, yang mengikuti caral Amerika Serikat dan Eropa, misalnya: Peru, Chili, Meksiko dan Kolombia, negara-negara pendiri Liga Pasifik, bersama dengan Panama atau Kosta Rika.

Negara-negara dengan caral ekonomi campuran dan proteksionis, berfokus pada ekonomi pasar sosial, seperti Argentina, Brasil, Uruguay, Ekuador, Bolivia, dan Paraguay.

Negara-negara dengan perekonomian tertutup atau semi tertutup, umumnya mengikuti caral ekonomi Marxis, seperti Kuba, Venezuela dan Nikaragua.

Ekonomi Amerika Latin cenderung bergantung pada ekspor barang dan jasa, umumnya pada bahan mentah. Ada negara-negara pertanian, peternakan, dan pertambangan, contoh sempurna yang terakhir adalah Venezuela, satu-satunya negara minyak murni di kawasan itu.

Negara yang paling maju secara ekonomi menurut PDB per kapitanya adalah Chili (19.474 US$), Argentina (18.709 US$) dan Panama (16.993 US$). Di sisi lain, indeks pembangunan manusia (IPM) tertinggi tercatat di Chili (0,843), Argentina (0,825), Uruguay (0,804), Kosta Rika (0,793) dan Panama (0,789).