Empirisme dan Rasionalisme

Empirisme dan rasionalisme adalah dua sisi yang sangat berlawanan, keduanya merupakan putri skeptisisme. Di satu sisi, skeptisisme Inggris mempertahankan tidak adanya pengetahuan apriori, dan membela yang dapat dilihat melalui indera sebagai cara manusia untuk membentuk pengetahuan.

Sebaliknya, rasionalisme membela akal dan intelek sebagai cara membangun pengetahuan. Gagasan itu terangkum dalam cogito ergo sum Descartes yang terkenal, “Saya berpikir, maka saya ada.” Rasionalisme menolak pentingnya indera, mengklaim bahwa mereka selalu dapat menipu kita atau memberikan informasi parsial tentang realitas.

More in: Rasionalisme