Umum

Gereja Abad Pertengahan

Salah satu ciri Abad Pertengahan yang paling terkenal adalah keberadaan Gereja Katolik di mana-mana, yang intervensinya dalam politik bersifat konstan dan mendasar. Era ini sering dicirikan oleh pemerintahan teokratisnya, di mana Gereja menobatkan raja-raja dan mengesahkan mereka sebagai utusan Tuhan di bumi.

Gereja mengendalikan surat tertulis, pengetahuan resmi dan menjalankan fungsi peradilan, karena hukum yang mengatur masyarakat adalah hukum agama, di luar yang diberlakukan oleh penguasa feodal di pemerintah lokal masing-masing. Otoritas gerejawi bahkan dapat menuntut raja dan bangsawan, karena hukum Tuhan berada di atas hukum manusia.

Dalam pengertian itu, peran Inkuisisi Suci Gereja Katolik sangat terkenal. Perwakilan mereka bertindak sebagai utusan kekuatan gerejawi yang mempertanyakan iman orang-orang yang dituduh melakukan sihir, pakta setan atau paganisme.

Setiap orang yang dituduh oleh musuh mereka, ilmuwan yang berdedikasi untuk penelitian, atau wanita yang dituduh sebagai penyihir dapat terlibat dalam proses ini. Tuduhan itu sendiri membuat Inkuisisi membawa masalah ke tangannya sendiri yang brutal, dan membuat orang-orang disiksa, dihina dan dianiaya.