Hukum I Newton atau Hukum Inersia

Hukum Pertama Newton bertentangan dengan prinsip yang dirumuskan pada zaman kuno oleh orang bijak Yunani Aristoteles, yang untuknya sebuah benda hanya dapat mempertahankan gerakannya jika gaya berkelanjutan diterapkan padanya. Newton menyatakan sebaliknya bahwa:

“Setiap tubuh bertahan dalam keadaan istirahat atau gerak lurus seragam kecuali jika dipaksa untuk mengubah keadaannya oleh gaya yang diberikan padanya.”

Oleh karena itu, suatu benda yang sedang bergerak atau yang diam tidak dapat mengubah keadaan itu, kecuali jika suatu jenis gaya diterapkan padanya.

Menurut prinsip ini, gerak melibatkan besaran yang bersifat vektor (diberkahi dengan arah dan indera). Percepatan dapat dihitung dari kecepatan awal dan akhir. Selain itu, ia mengusulkan bahwa benda yang bergerak selalu cenderung berpindah dalam lintasan yang lurus dan seragam.

Contoh sempurna dari hukum kelembaman adalah pelempar beban di Olimpiade. Atlet memperoleh momentum dengan bergerak dalam lingkaran, memutar beban yang diikat dengan tali pada porosnya sendiri (gerakan melingkar), hingga mencapai percepatan yang diperlukan untuk melepaskannya dan melihatnya terbang dalam garis lurus (gerakan bujursangkar seragam).

Gerakan bujursangkar ini berlanjut sampai gravitasi membelokkan lintasannya. Pada saat yang sama, gesekan benda dengan udara melambat (percepatan negatif) hingga jatuh.