Daun tertentu bereaksi terhadap rangsangan fisik seperti sentuhan atau sentuhan.

Tanaman tidak memiliki sistem saraf yang kompleks yang memungkinkan reaksi terencana terhadap rangsangan internal dan eksternal, sehingga cara iritabilitasnya biasanya melibatkan gerakan yang kurang lebih lambat, diatur oleh fitohormon, dan itu dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis:

Tropisme. Reaksi berkelanjutan orientasi atau pertumbuhan tanaman, dalam menghadapi stimulus berkelanjutan, dan yang bisa positif (menuju stimulus) atau negatif (menjauh dari stimulus). Kasus-kasus tropisme adalah:

Fototropisme. Tumbuhan menggunakan sinar matahari untuk proses fotosintesisnya, tetapi terlalu banyak sinar matahari dapat membakar daunnya atau mengeringkan tubuhnya. Oleh karena itu, tumbuhan akan tumbuh mencari matahari (fototropisme positif) bila tidak cukup, dan tumbuh menjauhi matahari (fototropisme negatif) bila berlebihan.

Geotropisme. Tanaman membutuhkan memperbaiki akarnya di tanah dan mengangkat batangnya ke arah yang berlawanan, di mana pun mereka berada. Oleh karena itu akar akan selalu mencari pusat gravitasi bumi, sedangkan batang akan tumbuh ke arah yang berlawanan, tidak pernah sebaliknya.

Hidrotropisme. Komponen lain yang dibutuhkan tanaman untuk metabolismenya adalah air, dan karena akarnya adalah organ tempat mereka dapat menyerapnya, adalah umum untuk melihat mereka tumbuh dan menyebar ke arah reservoir air, dan bukan sebaliknya.

Tigmotropisme. Pernahkah kita memperhatikan bagaimana tanaman menyesuaikan pertumbuhannya dengan rintangan di sekitarnya, di sekitarnya, tumbuh di atasnya, atau merangkak menjauh darinya. Ini karena mereka bereaksi terhadap rintangan, mencegahnya menghalangi atau menghambat pertumbuhan mereka.

Nastia. Perubahan pada daun dan bagian lain dari tanaman, sebagai respons terhadap stimulus eksternal yang spesifik dan sesaat. Mereka juga dapat dari berbagai jenis, misalnya:

Fotonastia. Banyak tanaman menanggapi ada atau tidaknya sinar matahari dengan cara tertentu, baik dengan mengerutkan daunnya untuk mengurangi luas permukaan yang terkena cahaya (dalam kasus cahaya berlebih), atau dengan berbunga setelah matahari terbenam, jika selama itu. waktu ketika lebih nyaman untuk melakukannya, karena adanya serangga atau angin penyerbukan, misalnya.

Sismonastia. Ini adalah jenis reaksi daun tanaman tertentu terhadap rangsangan fisik seperti menggosok atau menyentuh. Dalam beberapa kasus mereka dapat menutup daunnya untuk melindungi atau menyembunyikannya, atau mereka dapat mengeluarkan zat beracun sebagai reaksi terhadap apa yang dianggap sebagai ancaman.