Jenis bahan baku

Minyak ada sebagai produk dari proses geologi yang panjang.

Bahan mentah dapat diklasifikasikan dengan berbagai cara, dimulai dengan ketersediaannya di planet kita. Dengan demikian, seseorang dapat berbicara tentang:

Bahan baku yang tidak terbarukan. Apa yang ada sebagai produk dari proses geologis atau sejarah yang panjang di planet kita, dan yang cadangannya berisiko habis jika tingkat konsumsi tidak mengikuti pola rasional. Misalnya: minyak bumi atau batu bara fosil.

Bahan baku yang terbarukan atau berlimpah. Apa yang baik dalam reproduksi konstan dan cepat, atau dalam tingkat yang begitu melimpah sehingga hampir tidak mungkin untuk menghabiskannya, setidaknya dalam jangka pendek dan menengah. Misalnya: gas hidrogen atau energi matahari.

Di sisi lain, bahan baku juga dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya:

Asal sayuran. Berasal dari pohon, tanaman, biji-bijian, buah-buahan dan turunan alami, seperti kayu, karet, gabus, dll.

Asal hewan. Mereka membentuk atau merupakan bagian dari kehidupan hewan, yaitu tubuh mereka (wol, kulit, kulit, dll.) atau proses vital mereka (susu, mutiara, sutra, dll.).

Asal mineral. Materi dari deposit terestrial, atau dari amalgam dan campuran logam dan unsur lainnya, seperti besi, tembaga, emas, perak, dll.

Asal fosil. Ini adalah sampah organik yang mengalami proses sedimentasi dan fosilisasi selama ribuan tahun, menghasilkan hidrokarbon dengan nilai kimia dan energi yang tinggi.

Asal universal. Unsur-unsur yang diciptakan bersama dengan planet ini, hadir dalam zat cair atau gas biasa, seperti air atau udara.

Asal sintetis. Bahan yang tidak ada di alam dan harus diciptakan oleh manusia, seperti isotop Uranium tertentu.