Umum

Jenis dialog

Percakapan antar tokoh merupakan dialog sastra luar.

Klasifikasi dialog itu rumit, karena tergantung pada konteks di mana dialog itu terjadi.

Pada prinsipnya, kita dapat membedakan antara dialog lisan dan tulisan. Yang pertama terjadi melalui penggunaan suara dan bersifat sementara, yaitu, milik instan di mana mereka terjadi. Untuk bagiannya, detik terjadi melalui tulisan dan bertahan lebih lama, karena bisa dibaca berulang-ulang.

Perbedaan kedua akan memisahkan dialog sastra (yang muncul dalam karya seni) dan dialog non-sastra (sisanya), yang meliputi klasifikasi berikut:

  • Dialog sastra. Yang akan kita temukan dalam cerita, cerita, novel, drama, dan bahkan film, dan itu bisa berupa:
    • Dialog internal. Mereka terjadi di kepala karakter, dalam imajinasinya atau dalam ingatannya, atau bahkan bisa terjadi antara karakter dan batinnya.
    • Dialog eksternal. Mereka yang memiliki karakter dengan karakter lain, dan yang merupakan bagian dari plot drama.
  • Dialog non-sastra. Mereka yang tidak memiliki niat artistik yang jelas, atau yang bukan bagian dari karya puitis, tetapi dari situasi kehidupan nyata, atau transkripnya. Dalam pengertian itu, mereka dapat berupa:
    • Dialog resmi. Dari tipe yang direncanakan, dengan tidak adanya kasih sayang atau hubungan dekat antara lawan bicara, biasanya menanggapi formula dan protokol rasa hormat.
    • Dialog tidak resmi. Mereka terjadi dengan cara yang tidak direncanakan atau di antara orang-orang yang sangat tepercaya, sering menggunakan bahasa gaul dan ekspresi sehari-hari, kekasaran, yaitu, tanpa harus menjaga sopan santun.