Kapan dan siapa yang menemukan mikroskop?

Mikroskop memungkinkan ilmu kedokteran untuk melakukan penelitian yang lebih komprehensif.

Instrumen ini ditemukan oleh Zacharias Janssen pada tahun 1590. Penemuan instrumen ini sangat penting, terutama untuk kontribusinya dalam penelitian medis. Pada tahun 1665, muncul penelitian yang dilakukan oleh William Harvey tentang peredaran darah, dengan menganalisis pembuluh darah kapiler. Pada tahun 1667, Marcello Malpighi, seorang ahli biologi Italia, adalah peneliti pertama yang mempelajari jaringan hidup berkat pengamatan melalui mikroskop.

Orang Belanda Anton van Leeuwenhoek, menggunakan mikroskop untuk pertama kali menggambarkan berbagai organisme, protozoa, bakteri, sperma, dan sel darah merah. Ia dapat dianggap sebagai pendiri ilmu yang mempelajari perilaku bakteri, memunculkan bakteriologi. Apa yang inovatif tentang tekniknya adalah dia melakukan studi dengan mikroskopnya sendiri, dia menghabiskan sebagian besar waktunya membentuk kaca pembesar, memberikan kristal ketebalan milimeter yang dia butuhkan.

Sejak saat itu, kemajuan teknis telah dibuat dengan meningkatkan tingkat perbesaran mikroskop, dan ini pada gilirannya memungkinkan ilmu kedokteran untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam tentang perilaku mikroorganisme dan studi sel. Kemajuan berkat penerapan dan pengembangan mikroskop sangat besar pada abad ke-18.

Kemudian muncullah mikroskop elektron, yang dikembangkan di Jerman pada tahun 1931 oleh dua peneliti Max Knoll dan Ernst Ruska. Ini memungkinkan untuk mencapai pembesaran 100.000X, lompatan besar untuk teknik.